Beranda Berita Terbaru 2 Pelajar SMK Widarba Tenggelam di Air Terjun

2 Pelajar SMK Widarba Tenggelam di Air Terjun

0
BERBAGI

DENPASAR , Buser Kriminal.com – Ratusan warga Sambangan kecamatan Sukasada singaraja dibuat geger pasalnya  mendengar dua pelajar putri yang bersekolah SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ) Kesehatan Widarba Kecamatan Sukasada,Buleleng tewas tenggelam di obyek wisata Air Terjun Tembok Barak yang dikelola oleh kelompok Lanting Grembyang desa Sambangan Banjar Dinas Babakan pada Senin (11/12) pukul 09: 00 Wita.

Diketahui kedatang 22 orang mahasiswa putri tersebut bersama guru-guru pengajar yang keseluruhan hampir perempuan untuk melaksanakan Treaking akhir ulangan semester yang selesai diselenggarakan oleh pihak sekolah setempat, setelah rombongan tersebut tiba dilokasi Air Terjun Tembok Barak dengan menyelusuri tebing-tebing terjal keduanya berniat mandi sambil berenang di dekat Air Terjun itu yang di dampingi oleh dua guru lelaki smk  Widarba. Menurut keterangan dari siswa yang bernama Putu Lanang Widiantara asal Desa Tukad Sumaga mengatakan .

“ Yang saya lihat pertama yang cowok berenang terus Kadek Devi Cahyani dan Dwik Asmarani ikut berenang, nah kemudian kedua perempuan itu karena satu tidak bisa berenang ,jadi menggendong yang laki disana mereka tenggelam bertiga, sempat kita tolong bersama temen-temen namun tidak bisa diselamatkan kedua putri itu, mereka langsung tenggelam ke dasar air  . Dan Sudah ditarik dengan kayu malah tidak bisa” tutur Putu Lanang Widiantara saat dikonfirmasi oleh wartawan dilokasi kejadian sambil membopong para temenya yang sedang menangisi tewasnya Devi dan Dwik .

Kedua siswi perempuan yang diketahui bernama Kadek Devi Cahyani (17) asal Kecamatan Gerokgak dan Dwik Asmarani (16) warga desa Pegadungan, Buleleng Singaraja diduga tewas tenggelam akibat kehabisan oksigen saat berenang di bawah derasnya air terjun Tembok Barak tersebut, sebelumnya para siswa sempat dilarang oleh guru pendamping untuk tidak mandi dan bermain didekat air Tejun. Setelah melihat kedua putri tesebut tenggelam kedasar air terjun dan menghilang, seluruh siswa dan guru pendamping sontak panik dan menghubungi para pihak

Mendengar informasi orang tenggelam Pasukan dari Pokdarwis Air Terjun Aling-aling bersama tim Basarnas Buleleng segera ke lokasi kejadian untuk melakukan mengevakuasi terhadap kedua putri yang sudah tak bernyawa didasar air tejun Tembok Barak. Evakuasi kedua korban berlangsung dengan cepat tanpa mengenal lelah dan dengan kemampuan serta kerja sama keduanya berhasil diangkat oleh sekelompok anak muda dari Pokdarwis Desa Sambangan tersebut dengan cara menyelam kedasar air terjun.

Sementara salah satu kelompok Lanting Grembyang desa Sambangan Banjar Dinas Babakan Made Suariasa mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya sudah  melarang warga untuk tidak mengexspos menikmati suasana di Air Terjun Tembok Barak karena faktor keamanan belum mencukupi ” Kami bukan pengelola hanya diajak untuk menata saja , awalnya ini yang pertama dikenal sebelum Aling-aling, karena faktor keamanan belum mengijinkan dan memerlukan biaya yang cukup tinggi untuk menata tempat itu makanya sempat kita larang masyarakat untuk tidak mengunjungi air terjun itu . Tetapi tau – tau Air Terjun ini sudah fiur dimedia sosial padahal itu sangat berbahaya, karena terbentur dana kemarin kita tergugah hanya menata jalanya saja dulu, Pokoknya yang tidak memakai uang kita garap dengan cara swadaya, seperti jalan menuju Air Terjun” ujar Suariasa dilokasi .

Kedua korban Devi Cahyani dan Dwik Asmarani yang kini telah terkujur kaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng(RSUD) untuk dilakukan Autopsi, sementara saksi dari guru-guru pendamping yang ikut dalam kegiatan jeda semester kini sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang dan menutup sementara lokasi Air Terjun Tembok Barak dengan Polis Line.

Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Suartika membenarkan korban tenggelam merupakan yang merupakan siswi SMK Kesehatan Widarba Sukasada.

Pada saat kejadian, sambung AKP Suartika sekolah sedang melaksanakan kegiatan jeda semester di obyek wisata Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan buleleng Singaraja.

“Ya, pada saat kejadian, korban bersama-sama dengan 22 orang siswa lainnya didampingi oleh empat guru pendamping sedang mengikuti kegiatan jeda semester. Keduanya berhasil diangkat, namun sudah meninggal, dan jasad keduanya langsung dibawa ke RSUD Buleleng,” ungkapnya. “Demer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here