SHARE

Polda Sumut Paparkan Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbuatan CabulMedan (Buser Kriminal)-Polda Sumut gelar press release kasus dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dan pemerasan. Acara yang dipimpin Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting  dilaksanakan di Aula Tri brata Mapolda Sumut, Kamis (03/05/2017).

Dalam press release dijelaskan bahwa pada  hari Selasa (25/4/2017) , sekira pukul 18.00 Wib, pelapor Iman Pradipta Nazara alias Iman mendapat informasi lewat handphone dari O Daeli yang mengatakan adik pelapor telah dilakukan pemerasan, sehingga O Daeli meminta agar dia dapat berbicara dengan korban, yang kemudian O Daeli  menyuruh untuk menelpon pelaku pemerasan untuk bertemu di suatu tempat.

Pelapor bersama adiknya menuju kantor pajak di samping kantor wali kota yang berjanji bertemu dengan pelaku, kemudian pelapor menghubungi O Daeli yang mengatakan agar mengubah tempat bertemu.

Setelah pelapor mengubah tempat bertemu, pelapor mengatakan telah memberikan uang Rp. 400.000 kepada Sesilia Zai alias Sesi. Karena merasa keberatan, pelapor membuat pengaduan ke Polres Nias.

Selanjutnya Kamis (27/04/ 2017), sekitar  pukul 14.00 WIB, sewaktu di rumah, korban mengeluh kesakitan di bagian sensitifnya lalu pelapor menanyakan kepada korban Sesilia Zai Alias Sesi, kenapa kamu menangis? dan korban Sesilia Zai Alias Sesi menerangkan kepada pelapor bahwa korban Sesilia Zai Alias Sesi telah diperkosa oleh terlapor pada Hari Selasa tanggal (25/4/2017) sekitar pukul 17.00 Wib.

Pelapor menanyakan kepada korban Sesilia Zai Alias Sesi, siapa orangnya? Lalu korban mengatakan seorang polisi, lalu menerangkan bahwa pada saat itu korban ditahan bersama dengan saksi Iman Patrio Nazara alias Rio di dalam Warnet Bluestar.

Terlapor mengancam akan membawa korban bersama saksi Iman Patrio Nazara Alias Rio ke kantor polisi atau membayar uang sebesar Rp. 5 juta. Lalu korban mengatakan kepada terlapor bahwa dia tidak punya uang sebesar itu, lalu terlapor menyuruh saksi turun dari mobil untuk mencarikan uang yang dimintai oleh terlapor.

Lalu terlapor membawa korban keliling Pasar Gunungsitoli dan pada saat itu di dalam mobil terlapor meraba-raba tubuh korban dengan tangannya, lalu terlapor membawa korban ke pinggir jalan di depan Hotel Olayama lalu beberapa saat berhenti di tempat tersebut.

Terlapor kembali membawa korban ke Jalan Pendidikan Kecamatan. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli tepatnya di pinggir jalan umum. Di dalam Toyota Avanza warna hitam terlapor melakukan dugaan pemerkosaan kepada korban di depan kawan-kawan terlapor.

Atas kejadian tersebut,  korban  mengalami rasa sakit di bagian sensitifnya, karena merasa keberatan. Pelapor Nutisa Waruwu Alias Ina Gabute, selaku ibu kandung korban mendatangi Polres Nias untuk melaporkan peristiwa yang dialami putrinya tersebut. (MS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here