Home Berita Terbaru Polres Ketapang Ringkus Pengedar Narkoba

Polres Ketapang Ringkus Pengedar Narkoba

3
0
SHARE

image 1

Ketapang (Buser Kriminal)-Jajaran Satnarkoba Polres Ketapang meringkus pengedar narkoba, Wahyu (24) warga Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan usai mengkonsumsi narkoba di kediaman pacarnya, di Jalan Karya Tani, Kecamatan Delta Pawan, Sabtu (13/05/2017).

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Narkoba Polres Ketapang, IPTU M Nasir mengaku, keberhasilan pihaknya mengamankan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai adanya pengiriman narkoba jenis sabu di kediaman tersangka di daerah Sukabangun, Sabtu (13/0/2017).

“Dari informasi tersebut, anggota kemudian mengecek ke kediaman tersangka, namun tersangka tidak ada di rumah, kemudian dicari di beberapa kost yang sering tersangka datangi juga tidak ditemui. Akhirnya, kita teringat tersangka memiliki pacar di daerah Jalan Karya Tani, di sanalah kami temukan tersangka,” ungkapnya, Senin (15/05/2017).

Saat hendak diamankan, tersangka diketahui baru selesai memakai nakroba jenis sabu bersama dua rekannya, namun kedua rekan tersangka berhasil melarikan diri saat melihat kedatangan anggota.

“Dua rekan tersangka saat itu sudah berada di depan rumah. Jadi mereka langsung melarikan diri, sedangkan tersangka kita temukan masih berada di dalam kamar dengan barang bukti alat hisap dan narkoba jenis sabu. Tersangka sempat ingin kabur dengan cara melompat dari belakang, tetapi berhasil diringkus anggota,” terangnya.

Dari tangan tersangka, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa alat hisap sabu atau bong, empat paket narkoba jenis sabu dengan total berat 24 gram, dua unit handphone serta satu tas bewarna hitam milik tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, dirinya sudah tiga kali mendapatkan barang haram tersebut. Barang-barang itu diperolehnya dari seseorang bernama AM yang berasal dari Kota Pontianak untuk diperjual belikan di Ketapang,” katanya.

Sesuai keterangan tersangka, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Narkoba di Pontianak untuk memberitahukan ciri-ciri orang bernama AM yang diduga pemasok barang haram ke tersangka.

“Ciri-ciri dari AM dan alamatnya sudah kita serahkan, untuk ditindak lanjuti lebih mendalam,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun, karena memiliki barang bukti di atas ambang batas atau di atas lima gram.

Sementara itu, Wahyu (24) mengaku baru sekitar dua bulan memulai pekerjaannya sebagai pengedar narkoba jenis sabu. Ia mengaku selama dua bulan bekerja dirinya baru tiga kali mendapatkan barang tersebut dari seseorang bernama AM yang berasal dari Pontianak.

“Saya baru dua bulan bekerja sebagai penjual narkoba, sebelumnya saya hanya memakai saja,” katanya.

Karena kebutuhan ekonomi serta ketidakadaan untuk membeli narkoba, membuat dirinya terpaksa menerima tawaran untuk menjual narkoba dari temannya.

“Saya cuma bantu jualkan saja, baru tiga kali dia (AM-red) nitip ke saya, yang pertama sebanyak 20 gram, selang sepekan atau dua pekan diantarkan lagi 40 gram. Itu semua sudah habis terjual, sedangkan yang ketiga sekitar 23 gram belum sempat dijual karena saya keburu ditangkap,” ujarnya.

Ia mengaku, menjual barang haram tersebut dengan cara memasarkannya lewat rekan-rekannya, setelah ada yang berminat dirinya kemudian mengantarkan barang tersebut.

“Saya dapat untung dari penjualan, duitnya untuk membeli narkoba buat pakai sendiri,” ujarnya.

Saat diamankan dirinya usai mengkonsumsi narkoba bersama dua rekannya dikediaman sang pacar, namun kedua rekannya berhasil kabur. Sedangkan dirinya diringkus. Ia mengaku sangat menyesal terlebih kedua orangtuanya tidak mengetahui perbuatannya ini.

“Saya menyesal, minta maaf sama orangtua sudah berbuat seperti ini,” tuturnya. (ABDUL MAED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here