Home Berita Terbaru Kebijakan Impor Garam Bisa Penuhi Kebutuhan IKM

Kebijakan Impor Garam Bisa Penuhi Kebutuhan IKM

2
0
SHARE
Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

JAKARTA (buserkriminal.com) – Kebijakan impor bahan baku garam diyakini akan mampu menutup kebutuhan garam konsumsi pada sektor industri kecil menengah.

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Terkait kelangkaan garam industri, ya hanya  dengan impor itu,  kebutuhan teman-teman (industri kecil dan menengah) segera terpenuhi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Selain berdampak pada industri berskala besar seperti tekstil, lanjutnya, kelangkaan garam cukup berpengaruh terhadap produksi sektor industri kecil menengah (IKM). Kebutuhan garam konsumsi sektor IKM khususnya untuk pengasinan ikan dan restoran-restoran kecil. “Kemarin banyak (IKM) yang teriak-teriak karena kehabisan garam konsumsi,” kata dia di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Menurutnya,  sektor IKM yang paling terdampak kebanyakan yang membuka usaha di Jawa Tengah, sedangkan di Sumatera dan Jawa Timur, menurut dia, sudah berangsur terpenuhi karena saat ini sudah bisa memanen garam.

Gati mengatakan mengingat pentingnya persediaan garam konsumsi bagi IKM di Indonesia, bahkan ia mengklaim Ditjen IKM justru yang pertama kali menggelar rapat untuk merespon kelangkaan garam dan selanjutnya diikuti Kementerian Perdagangan dengan kesimpulan akhir menunjuk PT Garam untuk melakukan impor. “Yang pertama bikin rapat kami sebetulnya, untuk mengetahui petanya,” kata dia.

Pemerintah memutuskan untuk menugaskan PT Garam untuk mengimpor 75.000 ton garam konsumsi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan garam sekaligus menstabilkan harganya.

Rencananya, garam impor tersebut akan tiba di Tanah Air melalui tiga pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Sumatra, dan Pelabuhan Ciwandan Banten pada 10 Agustus mendatang.(Tri) 0 poskota*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here