SHARE

Jakarta,(buserkriminal.com) – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat meringkus komplotan penipu dengan modus penukaran kartu anjungan tuna mandiri (ATM). Petugas berhasil menangkap empat pelaku yakni S, IM, SJ dan AZ. Untuk menangkap para pelaku, petugas melepaskan tembakan lantaran pelaku berusaha melawan dan melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan mengatakan, penangkapan dilakukan pada Jumat 11 Agustus 2017 di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara, dua pelaku lainnya yakni W dan R masih dalam pencarian, keduanya sebagai sopir dan penyedia ATM palsu.

“Mereka para pelaku beraksi dengan enam orang orang temannya. Namun, dua orang masih daftar pencarian orang, DPO,” ujar AKBP Andi kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (14/8/2017) kemarin.

AKBP Andi menjelaskan, para pelaku melancarkan aksinya dengan cara berbagi peran, S berpura-pura menjadi orang Brunei, IM menyamar sebagai pengusaha asal Bone Sulawesi Selatan dibantu rekannya SJ sebagai perantara, sedangkan AZ orang yang menyiapkan ATM sekaligus pengumpul hasil kejahatan.

Pelaku mencari calon korban yang keluar dari Hotel di kawasan Taman Sari. S yang berperan sebagai orang Brunei meminjam ATM karena tidak punya ATM Indonesia untuk bertransaksi dengan rekan bisnis, dengan bujuk rayuannya akhirnya korban luluh dan akhirnya meminjamkan setelah berhasil diyakinkan.

Kemudian pelaku meminta korban mengecek saldonya dan tanpa disadari korban, rupanya pelaku pun sudah mengetahui PIN korban. Pelaku mengantar korban ke hotel dan saat di hotel berpura-pura menanyakan kartu ATM korban dan meminta melihatnya. Pada saat itulah kartu ditukar dengan ATM palsu yang telah disediakan.

“Pelaku mentransfer uang korban dari ATM-nya, lalu dipecah, dengan jumlah 170 juta. Korban rata-rata pejabat daerah, pengusaha yang pasti bukan orang Jakarta,” ujarnya.

Sindikat ini telah beraksi sejak 2014 silam. Jumlah korbannya pun mencapai puluhan orang, dengan total kerugian Rp2 miliar.

Sementara ATM palsu yang digunakan para pelaku didapati dari seseorang dengan harga Rp2 juta. Kartu ATM modifikasi palsu disebut Andi dapat menunjukkan saldo, tetapi tidak dapat digunakan transaksi.

Para pelaku mentransfer hasil kejahatannya ke rekening misterius yang masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

“Orang-orang itu masih kita kembangkan, mereka dimodali kasih duit buat buka rekening oleh para pelaku,” ungkap AKBP Andi.

Dalam penangkapan itu, polisi juga berhasil mengamankan puluhan barang bukti berupa kartu ATM, ponsel dan buku tabungan. Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP Pasal dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. 0 Red*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here