Tahanan Rutan Way Huwi Meninggal Mendadak

Tahanan meninggal dunia secara mendadak (Foto: dok)

Way Kanan, (Buser Kriminal) Tak jarang media cetak atau elektronik memberitakan tahanan meninggal dunia baik dalam sel tahanan polisi, rutan atau lapas karena sakit atau penyebab lainnya yang tidak jelas alasannya.

Kali ini seorang tahanan titipan kejaksaan di  Rutan Way Huwi Bandarlampung, Bambang Apriyono (49) satpam perguruan tinggi swasta Darma Jaya yang sudah dua bulan lebih 12 hari dititipkan di Rumah Tahanan Negara Way Huwi meninggal dunia. Dia dilimpahkan pihak penyidik Polreta Bandar Lampung pertengahan Juli 20011.

Bambang dijebloskan ke penjara oleh pihak perguruan tinggi Darma Jaya tempat dia bekerja kurang lebih dua setengah tahun bersama enam kawannya karena kehilangan beberapa barang dan kabel yang terjadi pada  Juni  2011 lalu.

Keluarga dari ketujuh tersangka yang notabene  karyawan Darma Jaya yang selama ini mengabdi pada perguruan tinggi itu telah berupaya mengadakan pendekatan secara kekeluargaan  terhadap pemilik Darma Jaya, tapi tidak berhasil.

Pemilik Darma Jaya bersikeras memenjarakan ketujuh karyawannya sebab surat perjanjian perdamaian  dan bersedia mencabut laporan polisi dibuat pihak Darma Jaya setelah  beberapa hari masa penahanan kepolisian habis dan telah dilimpahkan ke kejaksaan,  kata Ny Halilah Bambang, isteri almarhum.

Kematian Bambang menjadi tanda tanya publik terlebih keluarga karena sehari sebelumnya keluarga membezuk terlihat sehat, tidak sakit dan tidak ada keluhan kesehatan. “Pihak keluarga bertemu selama empat jam di Rutan,” kata Ny Halilah.

Bapak sangat segar, ujar Cahyo, putra kedua almarhum  yang sangat terpukul dengan berita meninggalnya ayahynya  yang diterima selagi bertugas di Stasiun KA Tanjungkarang. Bambang meninggalkan serorang istri dan tiga anak, serta satu cucu yang belum berumur satu tahun.

Danil petugas rutan yang mengantarkan jenazah ke rumah duka mewakili Jumadi, Kasi Pelayanan Rutan menjelaskan, kronologis kejadian kepada keluarga dan wartawan Buser Kriminal.

Almarhum menghuni ruang khusus tahanan  Blok C1 berukuran 7×8 meter bersama tujuh  tahanan lain yang dikepalai oleh salah satu tahanan yang kebetulan oknum anggota kepolisian yang tersandung hukum.

Seperti biasa mereka  tidur berjejer, almarhum tidur paling ujung dekat tembok dan sang kepala kamar tidur dekat tembok ujung lainnya.  Pada kamis pagi sekitar pukul 04.30, almarhum terbangun seketika dan meronta, menggigil seperti kesurupan. Kawan sekamarnya memberi pertolongan dengan cara mendekap dan memeganginya sambil membacakan ayat kursi berulang-ulang karena dikira kesurupan hingga enam belas kali dan pas ayat kursi ketujuh belas badan alamarhum langsung lemas.

Tindakan selanjutnya mereka memanggil petugas piket dan langsung ditangani medis kemudian dibawa ke RSU Abdul Moeloek. Dokter jaga menyebut Bambang meninggal sebelum sempat diberi pertolongan. Beberapa jam berselang tim forensik menyatakan ambang Wijayanto meninggal karena sakit.

Eka Aftarini,  jaksa yang menanangi perkara Bambang dan enam rekannya yang tampak di kamar mayat RS. Eka didampingi Andi DJ Konggoasa Kasi pidum saat ditanya membenarkan tahanan yang dititipkan di Rutan Way Huwi atas nama Bambang Apriyono meninggal karena sakit pada Kamis 8 September 2011. Dengan meninggalnya Bambang secara otomatis perkaranya gugur demi hukum. ”Tidak dilanjutkan sesuai ketentuan pasal 85 KUHP,” ungkapnya.

Pihak Darma Jaya diwakili Ronald Efrimanjaya bersama tiga rekannya datang ke rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawa dan dalam rangka tahlilan tiga hari menyampaikan amplop berisi uang,

Tapi dengan tegas Halilah, istri almarhum menolaknya sebagai ungkapan kekecewaan kepada pihak yang menyebabkan suami tercinta meninggal dengan tragis. “Suami saya dituduh terlibat karena disuruh kepala regu Satpam mengangkat tangga untuk memperbaiki lampu tembak yang rusak malam itu.” *SID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>