Home Berita Terbaru Halimah Yacob, presiden Melayu pertama Singapura dalam 47 tahun, dipilih ‘tak demokratis’

Halimah Yacob, presiden Melayu pertama Singapura dalam 47 tahun, dipilih ‘tak demokratis’

5
0
SHARE

JAKARTA, Buser Kriminal – Halimah Yacob yang akan menjadi presiden Melayu pertama Singapura dalam 47 tahun menimbulkan silang pendapat, bukan karena alasan ras, namun karena ia dipilih secara tidak demokratis, ia adalah calon tunggal.

Mantan anggota serikat dan Ketua Parlemen Halimah Yacob akan menjadi presiden wanita pertama di Singapura.

ditulis oleh; Dewinta Pringgondani SH.MH

Ini adalah suatu hal yang langka mengingat etnis Melayu adalah minoritas di Singapura (13,3%). Begitu juga Islam juga adalah agama minoritas di Singapura (14%). Penduduk Singapura mayoritas adalah etnis Tionghoa yang beragama Buddha.

Sudah wanita, muslim, melayu lagi. Lengkap sudah predikatnya sebagai minoritas ganda tiga tapi dia tetap saja berhasil terpilih oleh parlemen menjadi Presiden Singapura.

Bayangkan seorang muslimah wanita Melayu bisa menjadi presiden di negara yang mayoritas masyarakatnya adalah Cina Buddha.

Bandingkan dengan di Indonesia. Megawati yang wanita muslim saja dijegal oleh Amin Rais dan kawan-kawan dengan isu “haram Presiden wanita”.

Ahok yang jujur, bersih, pekerja keras, pernah selamatkan 12 trilyun duit rakyat dan banyak prestasi yang telah dibuatnya untuk warga Jakarta juga dijegal dengan isu “haram pemimpin kafir Cina Kristen” bahkan akhirnya malah dijebloskan ke penjara.

Andai orang Singapura punya karakter, mental dan “kecerdasan” ala mayoritas penduduk Indonesia tentu hal ini tidak akan terjadi.

Sudah wanita, kafir, etnis minoritas lagi, mana mungkin bisa jadi Presiden? Tapi inilah Singapura yang beda bagai bumi – langit dengan Indonesia.

Jadi jangan heran jika kita masih primitif dibandingkan Singapura yang jauh lebih cerdas, maju dan makmur daripada Indonesia.

Lucunya pas menjegal Ahok, kaum bumi datar bikin isu bahwa mereka khawatir Jakarta akan jadi mirip Singapura. Lha terus emang kenapa?

Jadi lebih makmur, cerdas dan maju kok malah takut? Apa mungkin mereka justru bangga dengan kebodohan mereka kali ya? Justru Singapura yang ga sudi mirip dengan Indonesia yang rasis dan primitif ini..

Ini adalah satu bukti lagi bahwa negara sekuler selalu akan lebih maju daripada negara yang selalu ribut dan bertengkar karena masalah agama.

Masih mau ditipu pake?

Salam Waras Dewinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here