Jaminan SK Pengangkatan Hilang di Bank

No Comment 18 Views

Sangihe, (Buser Kriminal) – Kinerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe menuai protes. Kali ini menyangkut pinjaman para nasabah dengan jaminan berupa berkas surat keputusan (SK) pengangkatan PNS, TNI dan Polri.  Anehnya, kali ini yang menjadi korban adalah seorang anggota kepolisian dari Polres Sangihe, Aipda Rustam Pakaya.

Didesak keperluan dana untuk urusan keluarga, Rustam terpaksa meminjam uang dengan cara menjaminkan berkas SK pengangkatannya sebagai anggota polisi pada Bank BRI Cabang Unit Sawang Bendar Tahuna. Alhasil dengan mengikuti semua prosedur, maka diperoleh sejumlah dana yang diharapkan.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, serta tahun berganti tahun, tidak ada kendala bagi Rustam membayar angsuran pinjaman kepada bank. Namun persoalannya menjadi rumit saat Rustam berencana melunasi pinjamannya  dan ingin mengambil kembali berkas  SK pengangkatannya, namun pihak BRI dengan nada enteng menyatakan bahwa berkas milik Rustam Pakaya hilang.

“Saya sebenarnya sangat memerlukan berkas itu untuk kenaikan pangkat dan melanjutkan sekolah perwira. Saya sudah beberapa kali mencek berkas  itu, namun pihak BRI Tahuna tidak menemukannya. Diperkirakan berkas saya itu hilang sekitar September 2010 silam. Bagaimana masa depan saya?” keluh  Rustam Pakaya  lirih.

Aktifis muda Sangihe, Johan Lukas sangat menyesalkan dengan tidak profesionalnya pihak Bank BRI Tahuna dalam melakukan kemitraan dengan para nasabah seperti yang dialami oleh Aipda  Rustam Pakaya.

Kasus seperti itu pernah terjadi pada Bank  BRI Cabang Gorontalo. Korbannya pun seorang anggota polisi hingga menggugat perdata sampai ke meja hijau dengan hasil putusan Majelis Hakim bahwa pihak BRI membayar ganti rugi kepada korban sebesar Rp 1,5 miliar, dan pimpinan cabang serta beberapa karyawan lainnya langsung dicopot.

Itu karena yang diterima pihak bank bukan  salinan atau petikan SK dari Mabes Polri untuk memenuhi prosedur kenaikan pangkat dan  sekolah perwira serta jaminan pensiun dari seorang polisi, melainkan berkas asli SK pengangkatan, terang Lukas.

Sementara Manajer AMBM BRI Cabang Tahuna Frecky Kotambunan ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah menyurati Kabag  SDM Polda Sulut tentang hilangnya berkas  SK pengangkatan Aipda Rustam Pakaya, yang isinya permohonan pergantian berkas yang hilang tersebut.

“Saya sudah menyurat dan konsultasi dengan Kabag SDM Polda Sulut Kompol Petrus, dan tinggal menunggu tindak lanjut, tetapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti,” ujar Kotambunan.

Ketika hal ini dikonfirmasikan pada pimpinan Cabang BRI Tahuna Susilo Darsono, ternyata  apa yang dikatakan oleh Darsono sangat bertentangan dan berbeda dengan  yang dikatakan oleh  Frecky Kotambunan, yang mengatakan bahwa dirinya tidak tahu jika manajernya sudah menyurati Polda Sulut.

Menurutnya, berkas milik Aipda Rustam Pakaya belum hilang dan dalam proses pencarian. Pihak BRI juga sudah ada kerja sama dengan Mabes Polri untuk mengatasi hal seperti ini,” tutup Darsono. *DENTY/GK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked (required)