Home Nasionalita Krisis Pemadaman Listrik Diantisipasi

Krisis Pemadaman Listrik Diantisipasi

2
0
SHARE
Lefrand Maleke, ST
Lefrand Maleke, ST

Manado, (Buser Kriminal)
Sering terjadinya pemadaman listirk di Kota Manado terlebih daerah Karombasan dan Malalayang, tak pelak menimbulkan berbagai pertanyaan sekaligus keluhan dari warga masyarakat yang areanya terkena  pemadaman mendadak.

Dengan seringnya terjadi pemadaman di daerah kami, maka barang-barang elektronik berpotensi besar cepat rusak. Coba bayangkan, dalam waktu sehari tiga sampai empat kali terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” ungkap konsumen PLN.

Atas fenomena yang terjadi ini, terlebih pemadaman listrik tanpa pemberitahuan ini, Kabag Humas PLN Wilayah Sulutenggo  Lefrand  Maleke ST, menjelaskan terjadinya beberapa kali pemadaman listrik dalam sehari terlebih di daerah Malalayang bukan disengaja. Itu dikarenakan daya tampung beban terlebih yang berada di kota Manado tidak berimbang lagi.

PLN mempunyai dua sistem dalam penyaluran daya beban. Sistem penyaluran daya beban terdiri atas dua bagian yakni  daya 70 KV (Kilo Volt) dan 150 KV, permasalahan yang ada saat ini terletak pada pusat beban yang semuanya berada di area 70 KV antaranya, Manado, Tondano, Bitung dan termasuk Pineleng. Sedangkan pusat pembangkitan  yang terbanyak berada di area 150 KV.

Untuk mengatasinya dibutuhkan dua unit interbass travo (ITB) dengan daya masing-masing 60 MPA sebagai sarana untuk mentransformasi daya 70 KV dan 150 KV supaya bisa interkoneksi. Saat ini kami baru memiliki 1 unit  ITB yang berada di Kota Tomohon dan itupun baru saja diubah dari 30 MPA menjadi 60 MPA, tetapi ternyata itu belum mencukupi untuk menjadi sarana interkoneksi antara 70 KV dan 150 KV.

Karenanya diambil langkah untuk membangun suatu sistem jaringan  dalam bentuk Tower SUTT di Lokasi Desa Pineleng dengan daya 150 KV untuk disalurkan ke Teling kota Manado, namun sampai saat ini pembangunan sistem jaringan tersebut masih dalam proses pengerjaan.

Konsekuensinya, PLN harus mencari solusi yang tepat sehingga pemadaman bisa diminimalisir, sehingga diambilah langkah-langkah   yang  maksimal. Antara lain, area Malalayang yang berada satu gardu dengan area Tanawangko yaitu gardu induk yang terletak di Tasik Ria Tanawangko yang hanya memiliki daya 70 KV, dikoneksikan atau disuplai dari  Lopana.

Secara otomatis jarak sistem jaringannya menjadi panjang karena Lopana berada di daerah Amurang Kabupaten Minsel yang berjarak kurang lebih 50 km dari Malalayang Kota Manado.

Karena sistem jaringan yang begitu panjang ditambah  musim saat ini masuk pada kategori pancaroba, sehingga cuaca menjadi tidak stabil yang sering mengakibatkan tumbang atau patahnya  ranting pohon yang menimpa sistem jaringan. Menyebabkan sistem jaringan sering mengalami gangguan dan akhirnya berdampak pada pemadaman.

Karenanya PLN sedang mengupayakan untuk menambah lagi satu unit ITB di kota Tomohon dengan daya 60  MPA. Dengan bakal ditambahnya i unit ITB secara otomatis ITB yang ada akan menjadi 2 unit dengan daya 120 MPA. Dengan demikian maka adanya pemadaman yang terjadi beberapa kali dalam sehari terlebih di area Malalayang dapat teratasi dengan cepat,” pungkas Lefrand. *GARY KALIGIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here