Home Berita Terbaru PPNS Kehutanan Bongkar Peredaran Kayu Curian

PPNS Kehutanan Bongkar Peredaran Kayu Curian

4
1
SHARE
Iwen Yuvanho Ismarson (ketiga dari kiri) bersama Tim Task Force PPNS Kementerian Kehutanan di lokasi penangkapan
Iwen Yuvanho Ismarson (ketiga dari kiri) bersama Tim Task Force PPNS Kementerian Kehutanan di lokasi penangkapan (Foto: Dok. Buser Kriminal)

Jakarta, (Buser Kriminal)
Kementerian Kehutanan berkomitmen kuat memberantas praktik illegal logging, khususnya di kawasan hutan konservasi yang memiliki nilai dan fungsi sangat strategis dalam melindungi dan mensejahterakan rakyat.

Praktik illegal logging dan peredaran kayu curian dari Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Nusa Tenggara Barat (NTB) disinyalir telah berlangsung cukup lama dan dalam skala besar. Kapasitas kayu curian hasil perambahan hutan konservasi pun tidak tanggung-tanggung hingga mencapai 10.000 meter kubik perminggu.

Kasubdit Penindakan dan Penyidikan Kemenhut, Iwen Yuvanho Ismarson, S.Hut, M.AP, M.Env mengatakan, sejak terendus adanya praktik perambahan di kawasan hutan konservasi, Tim Task Force Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Kehutanan melakukan penangkapan terhadap pelaku perambah hutan.

Paling anyar, penangkapan kayu ilegal sebanyak 180 meter kubik, yang diangkut dengan Kapal Motor Cahaya Iman dilakukan pada 9 Oktober 2013 di Pelabuhan Kahyangan, Lombok Timur, NTB.

Barang bukti kayu curian dan KM Cahaya Iman sudah disita dan diamankan oleh Tim Task Force PPNS Kementerian Kehutanan. Kayu tersebut diduga keras berasal dari Kawasan Hutan Konservasi Suaka Margasatwa Buton Utara, Kabupaten  Buton Utara, Sultra.

Disamping mengungkap penggelapan kayu, Tim Task Force PPNS Kementerian Kehutanan pada Jumat 11 Oktober 2013, berhasil menangkap dan menahan satu orang tersangka perambah hutan lindung dan hutan produksi di wilayah Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Iwen, barang bukti berupa kebun karet seluas 134 hektare dan base camp telah disita. Tersangka Darman alias Idar bin Badrun pun kini mendekam di Rutan Bareskrim Mabes Polri. “Karena perbuatannya itu, Darman terancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 5 miliar,” ujar Iwen kepada Buser Kriminal. *TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here