Home Berita Terbaru Tambahan Rp 90 Miliar untuk Rel KA Aceh

Tambahan Rp 90 Miliar untuk Rel KA Aceh

3
0
SHARE
KRL Aceh
Foto: dishubkomintel.acehprov.go.id

Banda Aceh, (Buser Kriminal)
Meski  dengan anggaran terbatas, namun Pemerintah Pusat  tetap melanjutkan pembangunan rel Kereta Api (KA) Aceh untuk rute Bireuen-Lhokseumawe. Buktinya, pada tahun ini Ditjen Kereta Api  Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran tambahan Rp 90 miliar untuk melanjutkan proyek kereta api Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh, Said Rasul mengatakan, untuk melaksanakan kelanjutan proyek kereta api Aceh itu, telah dibentuk Kasatker khusus. “Kasatker Kereta Api Aceh itu sekarang sedang menyiapkan tender proyek pembangunan tubuh ban atau badan jalan kereta api pada jalur baru,” ujarnya.

Kasatker Proyek Kereta Api Aceh, Abdul Kamal, membenarkan bahwa pada tahun ini Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp 90 miliar untuk kereta api Aceh. Anggaran sekitar Rp 36 miliar akan digunakan untuk biaya pembebasan tanah pembangunan jalur kereta api yang baru, baik untuk arah Paloh Batee-Lhokseumawe maupun Krueng Mane-Kutablang.

“Sisanya Rp 54 miliar lagi, akan digunakan untuk pembangunan badan jalan rel kereta api yang baru arah Krueng Mane-Kutablang sepanjang 4 km, pemindahan bantalan kereta api yang jalurnya akan dipindah ke jalur baru, dan pembenahan rel kereta api yang telah terpasang sepanjang 8,65 km dari Krueng Geukueh ke Paloh Batee, serta pembangunan terminal kereta api di Paloh Batee,” jelasnya.

“Fokus pembangunan rel kereta api mulai tahun 2014, kata Abdul Kamal, adalah menyelesaikan jalur Lhokseumawe-Bireuen sepanjang 54,49 km. Jadi, seandainya dana yang dialokasikan tersebut bisa dihabiskan tepat waktu, Pusat berjanji akan menambah dua sampai tiga kali lipat lagi pada tahun berikutnya untuk pekerjaan yang lebih banyak lagi.

Dari jumlah rel kereta api yang telah terpasang sepanjang 20 km, lanjutnya, yang baru bisa dioperasionalkan hanya 11,350 km, yaitu dari Kreung Geukuh-Bungkah-Krueng Mane. Tahun ini,pembangunannya akan ditambah 4 km lagi pada lahan yang telah dibebaskan dua tahun lalu. “Penambahan jalan rel kereta api tahun depan sangat ditentukan oleh kesuksesan kita dalam membebaskan lahan masyarakat yang akan dijadikan jalur rel kereta api yang baru,” ungkapnya.

Selain melakukan pembebesan tanah dan bangun badan jalan rel kereta api yang baru, tambah kamal, pihaknya juga akan melaksanakan pekerjaan penyambung rel kereta api yang telah terpasang 8,65 Km dari Krueng Geukuh ke Paloh.

Dalam melaksanaan pembebesan tanah untuk pembangunan badan jalan rel kereta api yang baru, Abdul Kamal mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan bantuan dan dukungan semua pihak, seperti gubernur, SKPA, DPRA, bupati/wali kota, SKPK, DPRK, intansi terkait lain, aparat keamanan dan masyarakat.

Pekerjaan lain yang ditugaskan Ditjen Kereta Api kepada Kasatker Proyek Kereta Api  Aceh, adalah menyambung jalan rel kereta api yang belum terinterkoneksi. Misalnya pada lintasan jalan nasional di depan PT. Pupuk Iskandar Muda Krueng Geukueh, Aceh Utara. “Untuk melaksanakan pekerjaan itu, kita harus minta ijin lebih dulu dari Balai Besar PU di Medan, karena mereka yang mengurus pemeliharan dan pembangunan jalan nasional,” katanya.

Saat ini kebutuhan kereta api di Aceh memang belum mendesak karena arus transportasi mobil belum sepadat kota-kota besar di Indonesia. Tapi, menurutnya, dalam jangka waktu 10-20 tahun ke depan, kereta api akan sangat dibutuhkan di Aceh. Alasannya, volume barang dan penumpang yang mau diangkut dari Medan sampai ke Banda Aceh sudah meningkat, sehingga dibutuhkan alat transportasi massal dan murah, yaitu kereta api. *FAISAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here