Home Berita Terbaru Polda Sumut Gerebek Tempat Mesum

Polda Sumut Gerebek Tempat Mesum

2
0
SHARE
penggerbekan prostitusi
Ilustrasi (Foto: ist | businessinsider.com.au)

Medan, (Buser Kriminal)
Tim Satuan Tugas Daerah (Satgasda) People Smuggling Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sumatera Utara gerebek sebuah panti pijat Replexi DE Singer yang berada di Komplek Asia Mega Mas, Blok P, Jalan AR Hakim, diduga kuat menjadi lokasi mesum, Kamis (20/2/2014) sore.

Di sini, pihaknya mengamankan pasangan mesum yang sedang melakukan hubungan suami istri. Adalah Chandra (30), yang merupakan seorang pelanggan, ditemukan berada dalam kamar di lantai tiga ruko tersebut dalam keadaan tanpa busana.

Sedangkan pasangan wanitanya, Siti Aisyah Daulay yang merupakan terapis di panti pijat itu juga ditemukan dalam kondisi tanpa busana. Selain itu, pihaknya juga mengamankan pekerja seks komersial (PSK) lainnya seperti Suriyanti, Safridawati, Nova Adriyanti dan Mei chen.

Kemudian, turut diamankan enam orang PSK, 1 orang pelanggan dan barang bukti uang Rp 400 ribu, buku untuk catatan kas usaha, seprei, bungkus kondom dan handuk diboyong guna menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut.

Kasubdit IV /Renakta Dit Reskrimum Poldasu, AKBP Juliana Situmorang membenarkan penggerebekan tersebut. “Benar dan sedang kita periksa. Para pelaku akan kita jerat dengan pasal 296  KUHPidana dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,” ujarnya.

Sementara, Polda Sumut sudah memetakan sejumlah lokasi perjudian lain di Medan serta wilayah lainnya di Sumatera Utara untuk segera dilakukan penggerebekan. Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Kasatgasgul Pekat) Poldasu AKBP Yusup Saprudin, Kamis (6/2/2014) mengatakan, sejumlah lokasi perjudian sudah menjadi target mereka.

“Kita sudah petakan beberapa lokasi lain, dan telah melakukan penyelidikan untuk segera diberantas,” kata Yusup, namun masih merahasiakan lokasi perjudian yang menjadi target tersebut.

Yusuf memperjelas, untuk melakukan pemberantasan tersebut mereka melibatkan 100 petugas yang terdiri dari personel Dit Reskrimum Podasu, Brimob dan Polres sejajaran. Ia juga berharap, masyarakat turut serta dalam mendukung upaya pemberantasan penyakit masyarakat ini melalui informasi mengenai lokasi dan tempat perjudian yang mereka ketahui.

Selain itu, polisi juga meminta dukungan dari instansi lain agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar. Seperti yang telah terjadi, pihak Kepolisian selalu terbentur dengan oknum aparat-aparat lain. “Dukungan itu kami harapkan, juga informasi keberadaan lokasi perjudian lain yang masih beroperasi,” ucapnya.

Karena pernah terjadi benturan terhadap oknum anggota TNI, pihak Polda Sumut dalam pemetaan penggerebekan ini sendiri mendapat dukungan dari pihak TNI, seperti disampaikan Pangdam I/BB Mayjen TNI, Istu Hadi usai gelar pasukan Mantap Brata 2014 di Mapolda Sumut beberapa pekan yang lalu.

Data yang didapatkan, dalam beberapa bulan terakhir ini terdapat sejumlah lokasi perjudian yang digerebek oleh Polda Sumut. Tempat tersebut yakni lokasi judi dadu putar di pekuburan Jepang, Deli Tua, Selasa (4/2/2014) sore, yang sempat diwarnai kericuhan dan bentrok dengan oknum anggota TNI.

Kemudian, penggerebekan mesin judi di Jalan marelan Raya, Pasar 1 Lingkungan 20, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan pada Sabtu (25/1/2014) lalu di mana diamankan 56 orang pemain judi dan puluhan mesin judi jenis mickey mouse yang disebut beromset ratusan juta per harinya. *M. SEMBIRING | RIZAL | WAHYU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here