Home Khatulistiwa Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Dikorup

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Dikorup

3
0
SHARE
Korupsi (Ilustrasi)
Korupsi (Ilustrasi)
Korupsi (Ilustrasi)

Surabaya, (Buser Kriminal)
Tiga kecamatan yang ada di wilayah hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mulai dibidik oleh tim penyelidik terkait dugaan korupsi dana bagi hasil cukai tembakau di kantor kecamatan se-Surabaya tahun 2013.

Sebenarnya ada 31 kecamatan yang menerima dana bagi hasil cukai tersebut, namun saat ini baru tiga kantor kecamatan yang tidak memperoleh kucuran dana tersebut di tahun 2013 karena ketika itu sedang direnovasi, yaitu Kecamatan Sawahan, Bulak dan Kenjeran.

Sisanya, sebanyak 28 kecamatan, serempak mempergunakan kucuran dana bagi hasil cukai tembakau dengan membangun kawasan bebas merokok. Informasinya,  total dana bagi hasil cukai tembakau yang dikucurkan ke 28 kecamatan se-Surabaya itu totalnya bernilai sekitar Rp 50 miliar. Masing-masing kecamatan mendapat kucuran minimal Rp 78 jutaan.

Intelijen Kejari mengendus dana bagi hasil cukai tembakau yang oleh tiap kecamatan digunakan untuk pembangunan smoking area tidak sesuai spesifikasi atau dikorup.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Surabaya, Sri Kuncoro, membenarkan pihaknya baru mengawali penelusuran dugaan korupsi pembangunan smoking area di 28 kecamatan yang sebagian besar berada di wilayah kerjanya. Sebagian kecil kecamatan berada di wilayah kerja Kejari Tanjung Perak.

Jaksa Intelijen Kejari Surabaya, Dedi Agus Oktavianto, menandaskan, pihaknya mengawali penelusuran dengan mengumpulkan data dari 3 kecamatan terdekat dari Kantor Kejari Surabaya di Jl Raya Sukomanunggal. “Saya lupa nama kecamatannya. Salah satu yang saya ingat adalah Kecamatan Dukuh Pakis,” ujar Dedi. *AD | SL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here