Home Opini Negara Butuh Pemimpin Berani Pro Rakyat

Negara Butuh Pemimpin Berani Pro Rakyat

4
0
SHARE

JOKOWIOleh : Umar Sumarna

Tokoh legenda kuno Jepang, Toyotomi Hideyoshi, pernah berkata; “jadilah seorang pemimpin, bukan atasan”. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki keberanian  dalam mengambil langkah, dan memutuskan sebuah solusi. Janganlah seorang pemimpin melakukan pembiaran apalagi demen menyampaikan perkataan yang tidak jujur kepada rakyat, pedahal pemberani itu bukannya tidak adanya rasa takut , tetapi mau melakukan apa yang ia takut lakukan jika demi kebenaran  , missal takut tidak populer atau takut diturunkan dari jabatannya  dan lain lain

Jika demikian di negeri ini, berbagai persoalan rakyat sepertinya takan kunjung selesai missal : kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kekerasan yang terus merebak, gangguan terhadap kebebasan berkeyakinan, kemiskinan. Pemberitaan mengenai penderitaan rakyat di seluruh pelosok negeri yang hadir dihadapan kita silih berganti. Situasi ini sangat kontras dengan syarat-syarat kemajuan yang kita punyai, seperti sumber daya alam, gotong royong, dan lain sebagainya. Krisis multidimensi adalah kata yang tepat untuk melukiskan keadaan negara saat ini. Dan kita sedang memasuki suatu fase yang disebut ‘nation and character destruction’.

Pemerintah kita, meskipun dipilih secara rutin melalui pemilu oleh rakyat, namun mereka tidak pernah bekerja untuk kepentingan nasional dan seluruh rakyat; malah sebaliknya, pemerintah kita justru memilih bekerjasama dengan kepentingan kapitalisme global yang disebabkan tidak memiliki keberanian .

Akibatnya, kendatipun kita disebut negara merdeka, namun kebijakan ekonomi dan politik kita dikendalikan dari luar. Terlihat dari semua produk kebijakan politik pemerintah ini tidak pernah melindungi dan mensejahterakan rakyat, malah mendorong eksploitasi dan penindasan yang tiada taranya  missal ; UU nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, UU nomor 22 tahun 2001 mengenai Migas, dan masih banyak lagi lainnya.

Negara butuh pemimpin yang memiliki keberanian yang Pro Rakyat ,bukan pemimpin yang hanya berani beretorika semata. kita sedang mengalami “kevakuman” kepemimpinan nasional, bila kita menengok pada problem bangsa sekarang ini. Kita merdeka dari penjajahan asing  tahun 1945 , dengan tujuan untuk keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Tak ada jiwa-jiwa inlander yang merasa hina dan rendah di hadapan bangsa lain.

Tak ada pendidikan yang diskriminatif dan setiap rakyat Indonesia diberi kesempatan untuk maju dan cerdas, menguasai sains dan teknologi yang semakin memajukan hidup rakyat dan bangsa. Tetapi tentunya Kolonialisme akan menghalangi rakyat jajahan menjadi pintar, cerdas dan berilmu. Untuk itulah kolonialisme selalu mendapatkan perlawanan. Tapi pada kenyataannya saat ini kemiskinan, korupsi, ketaksanggupan memahami bencana masih menghantui. Kekayaan alam yang melimpah tak sanggup diolah untuk kemakmuran rakyat . Justru yang tampak kekayaan alam itu dikuasai dan diolah untuk kemakmuran asing. Padahal Kemerdekaan yang direbut saat itu dengan segala pengorbanan rakyat Indonesia  itu untuk memajukan rakyat Indonesia dalam bidang ekonomi, ilmu, teknologi dan pengetahuan, tapi justru tampak kembali pada bangsa terjajah dengan masih banyaknya rakyat yang miskin, susah ilmu karena biaya pendidikan masih mahal , teknologi dan pengetahuan tertinggal.

Dengan demikian nilai –nilai pahlawan untuk jaman sekarang mesti dibangkitkan dengan  berbagai cara. Yaitu Nilai kepahlawanan yang identik dengan keberanian dan mau berkorban di tengah masyarakat untuk membela rakyat yang termarginal  dan harus ditanamkanpula di tengah masyarakat agar dapat mengatasi persoalan-persoalan bangsa sebagai pemilik kedaulatan.

Penulis adalah Ketua Pusat Lingkar Advokasi Pelayanan Publik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here