Home Laporan Utama Kapolres Subang Sesalkan Pembatalan Perda Larangan Miras

Kapolres Subang Sesalkan Pembatalan Perda Larangan Miras

1
0
SHARE

Penandatanganan BA Pemusanahan oleh KapolresSubang, (Buser Kriminal)

Polres Subang menyesalkan pembatalan Perda Pelarangan Miras yang pernah disusun dan berlaku di Kabupaten Subang. Oleh karena itu mendesak Bupati dan Ketua bersama anggota DPRD Subang supaya menyusun kembali Peraturan Daerah (Perda) Larangan Peredaran Minuman Keras.

Hal itu disampaikan Kapolres Subang AKBP Harry Kurniawan dalam sambutannya pada acara Pemusnahan Barang Bukti Minuman Keras di halaman Kantor Bupati Subang, baru-baru ini.

Dengan tegas Kapolres mengajak Bupati supaya tidak kalah oleh pengusaha miras yang telah membatalkan Perda miras. “Jangan kalah, Pak Bupati. Ayo kita godok kembai Perda (larangan) miras bersama DPRD,” ujar Kapolres dengan nada geram.

Menurut Kapolres dengan adanya Perda Larangan Peredaran Miras akan mengefektifkan jajaran Penegak Perda seperti Sat Pol PP dan Polres dalam memberantas peredaran minuman keras. Apalagi ditengah maraknya minuman keras oplosan yang telah memakan banyak korban jiwa anak-anak muda.

“Jangan sampai ditengah kita memberantas minuman keras, ada anak-anak kita meregang nyawa akibat minuman keras oplosan,” kata Harry dengan nada sedih. Aparat penegak hukum sangat memerlukan payung hukum yang kuat dalam memberantas peredaran minuman keras. Harry juga menyampaikan keprihatinannya kepada kabupaten-kabupaten tetangga yang dikenal sebagai “Kota Santri”. Tetapi korban akibat miras cukup tinggi dan bahkan bertambah.

“Saya prihatin kepada kabupaten tetangga kita yaitu Sumedang dan dan Garut yang banyak jatuh korban akibat miras. Padahal kita kabupaten tersebut dkenal sebagai tempat para santri,” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Subang, Ojang Sohandi yang  menyatakan bahwa beberapa waktu lalu, Kabupaten Subang mendapatkan lisensi sebagai “Kabupaten Halal” diantara 7 kabupaten/kota di Jawa Barat. Bahkan di Indonesia baru Jawa Barat yang telah mendapatkan predikat “Provinsi Halal”.

“Namun memprihatinkan ternyata prestasi ini tidak berbanding lurus dengan beredarnya barang-barang haram di Kabupaten Subang,” ujar Ojang.

Upaya meraih predikat sebagai “Kabupaten Halal” adalah bagian dari Program Gapura Subang yaitu Ekonomi Masyarakat. Karena disadari bahwa urusan halal-haram bukan semata dunia saja. “Tetapi masalah akidah bahkan masalah akherat,” tegas Ojang.

Lebih lanjut dijelaskan urusan ini menyangkut pada cita-cita dan ikhtiar yang berhubungan dengan dikabulkannya do’a oleh Allah SWT. Dengan tegas Ojang menyatakan Perang terhadap peredaran minuman keras dan narkotika. Bahkan selaku Kepala Daerah akan menindak tegas bahkan memecat dengan tidak hormat kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terbukti terlibat dalam pidana miras dan narkotika.

“Saya tidak akan segan-segan memecat PNS yang terbukti terlibat miras. Baik pemakai dan penjual atau sebagai becking,” tegas Ojang.

Pada kegiatan tersebut dimusnahkan sebanyak 4.573 botol miras dalam berbagai ukuran, kemasan dan produksi hasil dari Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) selama 3 bulan ditambah 2455,61 gram ganja kering, 52,19 gram Sabu dan 68 butir pil dextro yang merupakan barang bukti perkara narkotika dari Kejaksaan Negeri Subang. (Jajang R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here