Home Kriminal Jaringan Mafia Narkoba Internasional Jadikan Pesisir Aceh Pintu Masuk

Jaringan Mafia Narkoba Internasional Jadikan Pesisir Aceh Pintu Masuk

4
0
SHARE
POLRES ACEH TAMIANG
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani, S.IK. MH beserta jajarannya menunjukkan barang bukti yang diamankan Sat Resnarkoba.

Aceh Tamiang, (Buser Kriminal)

Polres Aceh Tamiang Berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis shabu dan pil ekstasi yang akan dibawa ke Medan, Sumatera Utara. Kapolres AKBP Dicky Sondani, S.IK. MH yang didampingi Kasat Narkoba IPDA Ferdian Candra, S.Sos kepada Wartawan mengatakan, keberhasilan penangkapan shabu senilai Rp.21 miliar, bermula dari informasi masyarakat bahwa akan terjadi transaksi besar narkotika jenis shabu dan ekstasi dari Aceh ke Medan, Sumatera Utara.

“Dari hasil laporan dan analisa melalui pendalaman informasi, pada tanggal 15 Januari lalu, kita bersama Personil Sat Resnarkoba mendapat informasi akan terjadi transaksi besar narkotika jenis shabu dan ekstasi dari Aceh ke Medan. Namun, belum diketahui identitas pelakunya serta tempat transaksinya, namun kita sudah dapati kalau pelaku menggunakan mobil box truck interkuler warna putih dengan Nopol BK 9056 BU,” tegas Ferdian Candra.

Masih Candra, ditanggal 16 Januari 2015, sekitar pukul 07.00 WIB mobil yang menjadi Target Operasi (TO) melintas di perbatasan Aceh Tamiang dari arah Medan dan langsung diikuti personil Sat Narkoba. Mobil target berhenti disebuah rumah di Desa Bukit Seraja Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur. Selama dua hari pelaku tidak juga keluar dari rumahnya.

Selama dua hari pengintaian Sat Narkoba, akhirnya pelaku pada tanggal 18 Januari 2015 sekitar pukul 17.00 WIB, Joni, keluar rumah dengan menggunakan mobil truck. Saat itu juga, personil Sat Narkoba langsung mengikuti arah mobil dan berhenti tepatnya dijalan Lintas Aceh-Medan, tepatnya di Desa Bireum Bayen, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur dan pelaku menemui seseorang untuk mengambil sebuah kotak ikan warna putih dan memasukkan kedalam mobil, pelaku langsung melanjutkan perjalanan menuju arah Medan.

Pengejaran terus berlanjut hingga pukul 23.00 WIB, truck berbelok menuju Pelabuhan Kuala Langsa. Karena takut target akan hilang dari kejaran, truck dicurigai langsung diberhentikan.  “Ya… di kilometer 5 target kita berhentikan. Hasil pemeriksaan, dari personil Sat Narkoba, berhasil mengamankan  8 paket sabu-sabu seberat 6,1 kilogram, dan 6 paket jenis pil ekstasi sebanyak 30.000 butir,” tegasnya.

Menurut Candra, disamping mengamankan sabu-sabu dan pil ekstasi tersebut, personil Sat Narkoba juga mengamankan truk box interkuler merk mitsubishi warna putih BK 9056 BU, satu buah tas sandang berwarna hitam, satu buah handphone merk iphone 4 warna loreng coklat dan satu buah handphone merk nokia berwarna hitam.

“Bahtiar Joni alias Joni Bin M. Sabil merupakan tersangka utama, dari pengakuan dirinya dijanjikan uang 150 juta oleh pemilik barang, apabila pada tanggal 19 januari pukul 02.00 wib barang sampai di medan tepatnya di sebuah galon SPBU, maka akan ada seseorang yang akan mengambil paket tersebut,” ujarnya.

Kini, Bahtiar Joni alias Joni Bin M. Sabil, warga Dusun Simpang Proyek, Desa Bukit Seroja, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, ditetapkan sebagai tersangka utama pemilik sabu dan pil jenis ekstasi. Setelah dibekuk Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres Atam di kawasan kilometer 5 Kuala Langsa, Kota Langsa, sekitar sekira pukul 23.00 WIB, baru-baru ini.

Tersangka terjerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 115 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan pidana penjara paling lama 20 tahun,” jelas Kapolres Aceh Tamiang AKBP Dicky Sondani SIK.MH. o AFRIZAL HUTASUHUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here