SHARE

PEMILIHAN RICUHBekasi, (Buser Kriminal)

Pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 11 Jakasampurna, Bekasi Barat, Sabtu (14/3), dinilai cacat mekanisme dan tidak demokrasi. Dalam pemilihan RW 11 Jakasampurna tersebut terdapat banyak kejanggalan dan hanya sebelah pihak.

Dalam pemilihan tersebut, para tokoh masyarakat banyak yang mendukung H. Sayuti SE untuk tetap menjadi Ketua RW 11 periode 2015-2018. Akan tetapi, dalam pemilihan tersebut ada intimidasi Ketua RW yang akan digantikan tidak dapat mencalonkan kembali dan formulir yang sudah dimasukan dikembalikan lagi oleh panitia.

Serah terima yang berlangsung dalam pemilihan tersebut sampat ricuh pada saat Ketua RW yang lama berpidato dan dipotong Ketua Panitia Tatang Sopiyandi. Keadaan tersebut sempat terjadi adu argumen antara warga dengan Ketua Panitia hingga diredam Binmaspol di saat kejadian berada di TKP agar tidak meluas menjadi benturan fisik.

Sementara Sekretaris Lurah (Sekkel) Akbar Juliando yang hadir dalam pemilihan tersebut hanya diam. Ketua RW 11 yang akan digantikan sempat memprotes keras pembentukan pemilihan RW yang dinilai tidak bijak.

Ketika ditemui wartawan, H. Sayuti mengatakan kecewa dengan sikap ketua panitia tentang banyaknya kejanggalan dalam pemilihan tersebut, sehingga diduga H Sayuti agar tidak dapat mencalonkan kembali menjadi Calon Ketua RW periode 2015-2018.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan Tatang Sopiyandi mengatakan, kalau mekanisme yang dilakukan sudah sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2005. Sebab, H Sayuti yang sudah menjabat 2 periode harus diganti. Sedangkan dalam pembentukan Panitia Pemilihan RW tersebut berdasarkan Surat Keputusan Lurah, 27 Februari 2015. “Terbentuknya panitia setelah SK dari lurah turun dan kini telah diterima,” ujarnya.

Akan tetapi, H Sayuti menepis bahwa sebelum SK lurah itu turun, Tatang sudah membentuk struktur panitia. Tidak hanya itu saja, pemilihan tersebut tidak menyertai tokoh masyarakat dari 12 RT. “Sejauh ini 9 RT masih menunjuk saya menjadi RW, namun formulir pencalonan saya dipulangkan panita. Sementara kalau benar-benar ingin menegakkan Perda, kenapa RW 02 dan 04 bisa hingga 3 periode, bahkan lebih,” ungkapnya.

“Kenapa saya seakan diintimidasi sehingga tidak diperbolehkan, ada apakah ini? Pemilihan RW ini cacat aturan dan harus diulang, karena banyak keganjalan-keganjalan dari pemilihan RW 11 Kelurahan Jakasampurna,” tegas H Sayuti kepada wartawan. O PUTRA TOBING

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here