Home Khatulistiwa Polisi Militer Gerebek Gudang Pengoplos Semen Milik Residivis

Polisi Militer Gerebek Gudang Pengoplos Semen Milik Residivis

1
0
SHARE

oplosan semen_1Surabaya (Buser Kriminal) – Warga wiyung Surabaya geger ,saat petugas dari (Polisi Militer) Pomdam V Brawijaya memberi garis polisi militer  gudang yang diduga kuat digunakan untuk pengoplos semen ternama bermerek semen gersik, penggerebekan gudang tersebut menyebabkan jalan raya wiyung surabaya macet hingga dibantu anggota satlantas surabaya untuk mengatur kemacetan terjadi.

Berawal dari penggerebekan anggota Litkrim dari pomdam v Brawijaya mendapati sebuah informasi adanya dugaan keterkaitan oknum TNI yang bermain dalam bisnis semen oplosan milik Mohammad Santoni (53) warga Jalan Raya Menganti Wiyung, hingga dibongkar anggota Pomdam  V Brawijaya.

Danpomdam V Brawijaya, Kolonel CPM Ujang Martenis,mengungkapan, masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. “Masih dalam pemeriksaan. Setelah kami periksa, nanti akan segera kita limpahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya usai menyegel lokasi gudang tersebut, Rabu (20/01/2016).

Perlu diketahui, sebelum ditemukan semen oplosan, anggota Pomdam V Brawijaya mendapat informasi dari masyarakat “Informasi ini kemudian kami tindak lanjuti. Beberapa anggota kemudian menuju ke tempat yang dimaksud untuk mencari oknum TNI tersebut. Bukannya mendapatkan oknum TNI yang terlibat, kami menemukan adanya dugaan tindak pidana dari tempat usaha ini,” ujar Ujang.

lokasi gudang yang berada di Jalan Raya Menganti Wiyung, seberang Polsek Wiyung, dipakai sebagai tempat untuk memproduksi semen oplosan. Untuk membuat semen oplosan tersebut, Santoni menggunakan bahan dasar semen curah dicampur dengan semen-semen bermerk kemudian dikemas menjadi sebuah produk, salah satunya berlabel Semen Gresik.

Sak-sak semen itu diperoleh dari pengepul barang bekas yang berada di kawasan Sidodadi, Surabaya Timur. Semen oplosan yang diproduksi di gudang milik Santoni ini kemudian ditumpuk menjadi satu. Jika sudah banyak, maka akan ada truk khusus yang mengangkutnya keluar dari gudang untuk dipasarkan ke luar. Kebanyakan semen oplosan ini beredar di luar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan.

Sementara, Kapendam Kodam V Brawijaya, Kolonel Infantri Washington Simanjuntak, mengatakan, operasi ini bentuk operasi penegakan dan penertiban, yang digagas sejak tahun 2016. “TNI sebagai komponen bangsa, selain pertahanan, juga membantu Polri,” katanya, didampingi Komandan Satuan Pelaksana Penyelidik Kriminal dan Pengamanan Fisik, Kapten Andre Iskandar, SH.

Hasil pengungkapan, Pomdam  V Brawijaya membawa Mohammad Santoni (53), beserta 2 anak buahnya, yakni Mohammad Sholeh (40) asal Bojonegoro, Aris (25) asal Sampang, untuk diperiksa. Selain itu, 1 sak semen buatan dibawa untuk dijadikan bukti. “Didalam gudang, kurang lebih 50 sak sudah ditata rapi. Lainnya masih dalam bentuk curah,” pungkas Kolonel Infantri Washington Simanjuntak.

Saat dikonfirmasi Mohammad Santoni saat di markas Pomdam v brawijaya,  mengaku tidak kali ini saja ditangkap. “Tahun 2010 saya juga pernah ditangkap, divonis 3 tahun. Karena dibantu teman, saya hanya menjalani 6 bulan saja,” akunya, jika usaha semen merupakan keahliannya o AD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here