Home Khatulistiwa Kasat Reskrim Polres Gresik Tuding Jaksa ‘Ada Main’

Kasat Reskrim Polres Gresik Tuding Jaksa ‘Ada Main’

4
0
SHARE

POLRES GRESIKSurabaya (Buser Kriminal) – Kasus ibu muslihatin warga Desa Sumurber Gresik bakal tidak mendapat keadilan dalam perkaranya yang ditangani Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tesar SH dan Lila SH dari Kejaksaan Negeri Gresik diduga ‘ada main’ dalam kasusnya.

Pasalnya, dari pihak Polres Gresik melalui Kasat Reskrim AKP Heru Purnomo kepada Buser Kriminal menyatakan, saya rasa berkas kasus Ibu Muslihatin sudah komplit,tapi mengapa di kembalikan oleh jaksanya.

Masih menurut Kasat Reskrim, laporkan saja jaksanya mengapa berkas ibu Muslihatin dikembalikan. “Saya juga bingung!  Kasihan anggota saya yang menangani kasus ini,” ucapnya.

Perlu diketahui, tak kuat dengan ketidak adilan terhadap penegak hukum baik dari Polres dan Kejari Gresik, Muslihatin dan keluarganya beberapa hari lalu mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Rabu (27/1/2016). Kedatangannya di kantor Korps Adhyaksa itu untuk menuntut keadilan atas persoalan hukum yang membelitnya.

Muslihatin merupakan warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik menjelaskan berawal kasus pengrusakan stand pasar miliknya yang ada di Desa Sumurber dengan menghabiskan biaya Rp1,4 miliar. Mulai dari eksekusi tanah hingga pembangunan pasar yang diperuntukan masyarakat Panceng hingga berjalan sudah bertahun tahun, entah mengapa tanpa alasan yang jelas bangunan dibuat sebagai pasar masyarakat sekitar dirobohkan 14 orang yang diduga preman.

Muslihatin memaparkan kepada wartawan, pelaku ada 14 orang Drs. Abdul Kafi Rozi dkk (Muntaji’ah, Mujaroha, Abd Fadlol SPd) dan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Gresik.

Penyidik juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), namun hingga kini para tersangka masih bebas berkeliaran. “Bahkan, laporan saya ini seolah-olah dibekukan,” ujar Muslihatin.

Sementara itu, Sayfuddin, adik Muslihatin mengeluhkan bagaimana kinerja aparat penegak hukum terhadap kasus-kasus yang ada di Desa Sumurber. Selama ini banyak warga yang melaporkan adanya tindak pidana, namun saat dilaporkan ke pihak kepolisian selalu dipastikan tidak ada kelanjutannya.

“Jika terus seperti itu, terus kami harus meminta perlindungan ke siapa?” Kalau hukum di Indonesia ini tidak berlaku bagi tersangka, saya akan lakukan hukum rimba? Kakak saya Muslihatin sudah habis-habisan biaya sampai tidak punya apa-apa sampai sekarang ini,” keluhnya kepada Buser Kriminal.

Saat dikonfirmasi melalui selulernya selaku ASWAS Kejati Jatim Nikolas mengatakan, dalam hal kasus Ibu Muslihatin tidak tau menahu jika beberapa hari lalu ada pengaduan ibu muslihatin? Coba saya cek dulu mas,” ungkapnya. O AD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here