SHARE

UMAR SUMARNA 11Oleh UMAR SUMARNA

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis.

 

BERANTAS

Memberantas Peredaran Perdagangan Gelap Narkotika dibutuhkan Keseriusan dan keterbukaan institusi penegak hukum dalam upaya membangun sinergitas ,Kekuatan antar badan penegak hukum sangat penting , agar program kerja pemerintah dan target operasinya  dapat berjalan lancar tanpa hambatan procedural.sebab telah ditegaskan dalam undang-undang  No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan psikotropika untuk menjerat Bandar narkoba sebagaimana tercantum dalam pasal 114 Ayat 1 dan 2.

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

 

PENCEGAHAN

Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan semakin hari oleh anak-anak menjadi masalah yang semakin memprihatinkan semua orangtua.  Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, disepakati bahwa membangun jalinan komunikasi intens antara orangtua dan anak merupakan alat yang ampuh untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.  Meskipun demikian, banyak orang tua merasa ragu mendiskusikan tentang penyalah-gunaan obat dan alkohol dengan anak-anak mereka.  Sebagian dari kita percaya bahwa anak-anak kita tidak akan terlinbat pada hal-hal terlarang tersebut.  Sebagian lainnya menundanya karena tidak mengetahui bagaimana mereka mengatakannya, atau justru takut mereka menjadi memikir tentang hal itu dan mendorong ke arah yang tidak diinginkan.

Dari suatu studi di Amerika menyatakan bahwa banyak kaum muda yang mengikuti program rehabilitasi mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi alkohol atau obat-obat terlarang 2 (dua) tahun sebelum orangtua mereka mengetahuinya.  Oleh sebab itu, jalinlah komunikasi sedini mungkin dan jangan menunggu sampai anak-anak Anda terlibat masalah tersebut.

Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda belum mampu menjawab semua pertanyaan yang ada.  Biarkanlah anak-anak Anda mengetahui yang menjadi perhatian Anda, dan kemudian Anda dapat bekerja sama untuk memperoleh jawaban yang dimaksud.

Di bawah ini adalah beberapa tips dasar untuk meningkatkan kemampuan diskusi dengan anak-anak Anda tentang alkohol dan obat-obatan terlarang.

—    Jadilah pendengar yang baik.  Yakinkanlah anak Anda merasa ‘nyaman’ mengungkapkan masalahnya kepada Anda.  Dengarkanlah dengan hati-hati dan  penuh perhatian semua yang anak Anda katakan.  Jangan Anda menjadi marah.

Setelah mendengar semuanya.  Bila perlu, berikan jeda 5-10 menit untuk menenteramkan hati Anda bila diperlukan.  Bila anak Anda tidak menceritakan masalahnya, “pancing”-lah dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar sekolah dan aktifitasnya yang lain.

—    Sediakanlah waktu untuk mendiskusikan hal-hal yang sensitif.  Penting bagi mereka untuk mengetahui apakah orangtuanya tahu informasi yang benar tentang apa yang mereka anggap penting.

—    Berikanlah dorongan.  Perbanyaklah dorongan pada hal-hal yang telah dilakukan anak dengan benar, dan jangan terlalu fokus pada hal-hal buruk atau salah yang telah dilakukannya.  Hal ini akan mendorong anak-anak untuk belajar merasakan hal-hal yang baik bagi mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri dalam membuat keputusan yang menyangkut dirinya sendiri.

—    Sampaikan pesan dengan jelas.  Saat Anda berbicara tentang penggunaan alkohol atau penyalah gunaan obat-obatan, yakinkan diri Anda memberikan informasi yang jelas dan langsung, sehingga anak mengetahui dengan tepat apa yang diharapkan dari dirinya.  Misalnya, “ Di dalam keluarga kita, dilarang minum minuman yang mengandung alkohol ! “.

—    Berilah contoh yang baik.  Di samping dari yang bersifat pengajaran, anak-anak belajar juga dari contoh-contoh nyata.  Banyak hal tingkah laku anak yang dicontoh dari orangtuanya.  Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah bertingkah laku yang benar, seperti yang Anda harapkan dari anak Anda.

 

TIPS BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK

Komunikasi yang efektif antara orang tua dengan anak tidak selalu mudah berlangsung.  Anak-anak dan orang dewasa masing-masing memiliki gaya dan cara yang berbeda dalam menanggapi pembicaraan.  Di samping itu,  timing dan suasana, juga mempengaruhi suksesnya komunikasi yang akan dilangsungkan.  Para orangtua diharapkan secara khusus menyediakan waktunya, tanpa ada ketergesaan.  Di bawah ini ada beberapa tips agar komunikasi yang akan dijalain bisa lebih sukses.

Mendengarkan

— Berikan perhatian penuh

— Jangan memotong pembicaraan anak.  Biarkan sang anak berbicara dan

kemudian  menanyakan tanggapan Anda.

Memperhatikan
– Perhatikan ekspresi / mimik muka dan bahasa tubuh anak.  Apakah anak Anda

       gugup atau merasa tidak nyaman, seperti merengut, memainkan tangannya,

menggoyang kaki, tidak berani menatap mata Anda  atau seringkali melihat jam

dsb.?  Atau anak Anda terlihat tenang, tersenyum atau menatap langsung mata

Anda ?  Bacalah tanda-tanda ini untuk mengetahui perasaan anak Anda yang

sebenarnya.
– Sepanjang diskusi dengan anak Anda ini berlangsung, perhatikan apa yang

dikatakannya.  Bila diskusi ini dilakukan dengan posisi duduk, dekatkanlah diri

Anda.  Bila dilakukan dengan berjalan, peluklah bahunya.  Dan sering-seringlah

melakukan kontak mata.

Menanggapi

– “ Saya sangat tertarik dengan ……”  atau

“ Saya mengerti bahwa hal itu memang sangat sulit ….. “

adalah ungkapan yang lebih baik dibandingkan

“ Seharusnya kamu ….. “  atau

“ Kalau saya seperti kamu …”   atau

“ Waktu saya seumur kamu, saya ….. “

– Jika anak Anda menyampaikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ingin Anda

dengar,  jangan diabaikan

–    Janganlah memberikan nasihat setelah setiap kalimat yang anak Anda nyatakan.
Lebih baik, dengarkanlah dengan hati-hati dan penuh perhatian pada hal-hal yang
dikatakan dan cobalah untuk mengerti perasaan yang sebenarnya di balik kata-

kata   yang diucapkannya.

–  Jakinkan bila Anda mengerti apa yang dimaksud oleh anak Anda.  Bila perlu,
tanyalah untuk konfirmasi.

PENGOBATAN

  • Pengobatan Narkoba:
  1. Pengobatan adiksi (detoks)
  2. Pengobatan infeksi
  3. Rehabilitasi
  4. Pelatihan mandiri
  • Pencegahan Narkoba:
  1. Memperkuat keimanan
  2. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat
  3. Komunikasi yang baik
  4. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

Pertolongan Pertama

Pertolongan pertama penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.

Empat Cara Alternatif Menurunkan Risiko atau “Harm Reduction” :

  1. Menggunakan jarum suntik sekali pakai
  2. Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik
  3. Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet
  4. Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba

Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti.

Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hingga hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif. (Penulis adalah wartawan Buser Kriminal wilayah Garut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here