Home Berita Terbaru Agatha Virdhi Saputra: Beri Makanan Terbaik untuk Tubuh Anda

Agatha Virdhi Saputra: Beri Makanan Terbaik untuk Tubuh Anda

3
0
SHARE
Agatha Virdhi Saputra
Agatha Virdhi Saputra
Agatha Virdhi Saputra

Jakarta (Buser Kriminal)- Maraknya zat pengawet di bahan makanan membuat kita prihatin. Betapa tidak, efek zat pengawet bisa menimbulkan penyakit cukup berbahaya.

Agatha Virdhi Saputra. S.Pd,  seorang  yang memiliki kompetensi di bidang bioteknologi pangan  menyatakan, untuk menjaga kualitas hidup  pola makan harus dijaga.  Menurutnya, masyarakat banyak yang kurang menyadari, bahkan tidak tahu sodium glutamat atau MSG ini. Produsen makanan industri kebanyakan menggunakan MSG sebagai penguat cita rasa produknya. Karena zat ini mampu menyeimbangkan, menyatukan, dan menyempurnakan cita rasa makanan. “Namun di balik itu, mengandung banyak zat kimia yang membahayakan kesehatan,” urainya.

Peraih penghargaan Juara 1 Kategori Jasa Boga LombaWirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional 2015 dari Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora itu mengungkapkan, pola makan masyarakat belakangan ini semakin bertumpu pada makanan modern yang mengandung pengawet dan penyedap berbahan zat kimia. Inilah salah satu yang menjadi keprihatinannya

“Mulailah meningkatkan kualitas hidup Anda.  Hargai hidup Anda. Berikan makanan terbaik untuk tubuh setiap hari,” cetusnya.

Usaha penyedap tanpa MSG

Bertitik tolak dari hal itu, Agatha terdorong untuk membuat usaha di bidang bioteknologi pangan. Fokus usaha yang dikembangkan wirausaha muda binaan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda Dan Olahraga itu di bidang bioteknologi pangan membuat penyedap masakan berbahan baku Jamur tanpa MSG (Monosodium Glutamat).

Usaha yang didirikan dengan label CV. Agatha Pratama ini sudah berjalan sejak 2014. Usaha yang beralamat  di kediaman sekaligus tempat usahanya (Workshop dan Pemasaran), di Griya Mangli AJ 9 Jember Jawa Timur itu kini  sudah mempekerjakan puluhan karyawan.

Dengan nilai investasi awal sebesar Rp.35 juta, dalam kurun waktu satu tahun usahawan muda kelahiran Jember, 28 Agustus 1989 ini, kini telah memiliki aset berjalan tak kurang dari Rp113 juta, dengan omset per bulan rata-rata Rp.19  hingga Rp.25 juta . Agatha mengakui, dirinya mengalami jatuh bangun dalam merintis usaha. “Bahkan hampir bangkrut karena minimnya pengetahuan dalam hal pemasaran produk,” ungkapnya.

Awalnya Agatha melihat peluang berbisnis di jamur. Produk yang dikemas Agatha merupakan inovasi terbaru dari industri pasca panen jamur tiram. “Selama ini jamur tiram hanya digunakan menjadi makanan siap saji. Melihat tren dunia yang sedang dalam pengembangan makanan sehat (healthy food), maka saya memutuskan membuat produk penyedap masakan dengan bahan baku jamur non MSG ini,” kisahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, Agatha bekerjasama dengan para petani budi daya jamur.  Para petani menjual hasil budi daya jamur tiramnya kepada Agatha dengan harga kompetitif. “Secara tidak langsung, selain menjaga kapasitas produk, saya juga membantu para petani. Apalagi karena permainan tengkulak harga jamur sering fluktuatif dan tak jarang merugikan petani,” urainya.

Pemenang lomba wirausaha muda

Perjuangan dan kerja kerasnya tidaklah sia-sia, Selain memperoleh keberhasilan di usahanya, Agatha juga meraih penghargaan sebagai wirausaha muda sukses.

Belum lama ini, Agatha terpilih sebagai pemenang Lomba  Wirausaha Muda Pemula 2015, yang diadakan Kemenpora. Dia pun menerima hadiah sebesar Rp.50 juta. Kemenangan yang diraih itu membuat spirit baru bagi Agatha  dalam mengembangkan usahanya.

Dia pun berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih memperhatikan para wirausaha muda seperti dirinya, yang sering menghadapi tantangan, salah satunya dalam hal permodalan.

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Drs. Ponijan, M.Pd, yang turut hadir di acara penyerahan hadiah lomba,  menegaskan, “Usaha ini harusnya menjadi motivasi bagi lahirnya pemuda mandiri berjiwa wirausaha. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan penggerak ekonomi di daerah. Keterlibatan pemuda bukan tidak mungkin menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia di kancah dunia, seperti yang telah diramalkan banyak lembaga nasional maupun internasional.” (Wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here