Home Khatulistiwa Polres Kediri Diduga Lindungi Pelaku Penganiayaan

Polres Kediri Diduga Lindungi Pelaku Penganiayaan

1
0
SHARE

PANTI PIJATKediri (Buser Kriminal) – Perkara penganiayaan terhadap wanita bernama Ernawati (27), warga Trenggalek, Jawa Timur. Korban yang diduga teman wanita pengelola Panti Pijat Enggar di Jalan Kawi ditangani pihak Polres Kediri.

Perlu diketahui, pelaku penganiayaan tersebut tidak hanya berurusan dengan aparat Kepolisian kota Kediri, Kridha Pristiawan dan kakaknya Jos Riwayat, warga Kota Kediri  juga pernah diburu aparat Kepolisian Polrestabes Surabaya hingga 14 bulan lamanya dengan kasus pemalsuan tanda tangan pengambilan BPKB di BII Finance Surabaya atas nama kontrak Hj Enggar. Hingga saat ini proses perkara tersebut bergulir di persidangan Pengadilan Negeri Surabaya.

Tidak hanya itu, Kridha juga dilaporkan di Polda Jatim dengan perkara penipuan dan penggelapan atau ingkar dalam perjanjian Akte Notaris yang dilaporkan Hj Enggar Sulistiyowati warga Kalibokor Surabaya.

Kasus penangkapan Kridha Pristiawan yang diduga  pelaku penganiayaan korban Ernawati oleh anggota Polres Kediri santer diperbincangkan warga sekitar dan terdengar di telinga  awak media khususnya di Kota Kediri. Entah proses perkara itu sampai dimana hingga desas-desusnya karena pelakunya seorang pengusaha perkara tersebut mandek dan berkasnya tidak sampai di Kejaksaan Kediri.

Pada tanggal 11 April 2016, beberapa narasumber yang melihat dan tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, Ernawati (korban) datang ke kost saya mau ambil barang yang dititipkan saat pulang kerja. Dia (Erna) mengaku dan  bercerita sambil menangis bahwa habis dipukuli dan diseret Leo alias Kridha saat di tempat kerjanya di daerah Kota Kediri. Dengan rasa ketakutan menceritakan kejadian yang dialami kepada saya sambil menunjukkan luka gosong dan lebam yang habis dibogem mentah Kridha.

Tak hanya itu, sumber juga mengatakan, luka bekas seretan dari aspal oleh pelaku juga ditunjukan. “Kejadian itu pun juga diketahui kok oleh kakak kandung Ernawati bernama Eko dan kakaknya. Keesokan harinya memberi kabar saya kalau Kridha sudah dilaporkan ke Polisi oleh adiknya Ernawati,” pungkasnya.

Narasumber lain juga mengatakan, ada dua mobil petugas polisi beserta anggota Polisi mendatangi panti pijat Enggar. “Saya melihat Kridha atau Leo panggilan sehari-hari dijemput petugas Polisi saat keluar dari panti pijat itu dengan kawalan ketat dikawal dua anggota Polisi yang masuk mobil miliknya lalu dibawa pergi ke kantor Polisi,” ucapnya kepada Buser Kriminal.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (rekaman-red) Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Samsul Huda, tanggal 30 April 2016, membenarkan kasus tersebut ditangani pihak Polres Kediri. “Sudah saya tanyakan ke anggota saya, hari Senin (02/5/2016) besok akan digelar di hadapan saya dan semua yang bersangkutan akan dipanggil, karena kasus ini ada sebelum saya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kediri,” cetusnya.

Masih kata AKP Samsul Huda, kami akan mengirimi SP2HP ke pihak korban Ernawati dan kami akan melihat fakta hukumnya pada saat gelar nanti.

Namun hingga kini pihak Polres Kediri melalui Kasat Rekrim AKP Samsul Huda pada tanggal 4 Mei 2016 merubah pernyataanya. “Setelah saya panggil penyidik dan saya cek Register buku Kontrol perkara, perkara penganiyaan korban Ernawati dengan terlapor Kridha tidak ada dan yang teregister di buku control hanya perkara pelapor Kridha dan terlapor Hj Enggar,” cetus AKP Samsul Huda.

Sungguh Ironis pengakuan seorang perwira polisi Polres Kediri kepada Buser Kriminal melarang satetmennya yang di awal saat wawancara untuk dipakai dalam pemberitaan hingga menimbulkan reaksi ada dugaan permainan dalam perkara itu. Padahal, menurut sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan siap menjadi saksi jika dibutuhkan sewaktu-waktu jika ada kejadian hal tersebut. o ADE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here