SHARE
Ketua Dewan Pembina Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka (HPFPP) Edy Haryanto. (Foto: Buser Kriminal)
Ketua Dewan Pembina Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka (HPFPP) Edy Haryanto.  (Foto: Buser Kriminal)
Ketua Dewan Pembina Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka (HPFPP) Edy Haryanto. (Foto: Buser Kriminal)

Jakarta (Buser Kriminal)-Beredarnya vaksin palsu memang sangat dirasakan dampaknya. Tak kurang Ketua DPR RI Ade Komarudin menganggap beredarnya vaksin palsu karena kesalahan BPOM.

Nada miris juga datang dari Ketua Dewan Pembina Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka (HPFPP) Edy Haryanto. Edy merasa prihatin dengan beredarnya vaksin palsu. “Masyarakat sangat dirugikan,” ujarnya di kantornya bilangan Rawamangun, Jakarta, Rabu (13/07/2016).

Menurut Edy,  pembuatan vaksin palsu tersebut  sudah canggih. “Kalau dulu pembuatan vaksin palsu, botolnya yang dipakai botol bekas. Kalau sekarang botolnya sudah bisa diproduksi sendiri,” tukas pria yang sebelumnya menjabat Ketua Umum HPFPP.

Dia menuturkan, di Indonesia yang bisa memproduksi vaksin hanya Bio Farma. “Makamya tiba-tiba ada yang buat vaksin saya kaget. Dan itu dilakukan oknum petugas medis,” paparnya.

Ketua Umum  Yayasan Ibnu Chaldun itu mengungkapkan, akibat beredarnya vaksin palsu beberapa pedagang yang menjual vaksin di Pasar Pramuka terkena dampaknya. “Sudah pasti berdampak pada penjualan pedagang tersebut,” paparnya.

Diakuinya, dari 246 pedagang di Pasar Pramuka, ada beberapa pedagang yang  menjual vaksin. “Penjualan memang  nggak normal. Jadi ada penurunan,” terang Ketua Badan kaderisasi Pemuda Pancasila (PP) Pusat.

Oleh sebab itu, dia menyatakan pihaknya berusaha meyakinkan bahwa vaksin yang dijual pedagang di Pasar Pramuka adalah resmi (legal). (Wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here