Home Khatulistiwa Sarat Rekayasa, Diduga Dokter & Polisi Kongkalikong atas Kematian Tukang Sapu

Sarat Rekayasa, Diduga Dokter & Polisi Kongkalikong atas Kematian Tukang Sapu

1
0
SHARE

IMG-20160901-WA0028_20160902091545119Surabaya (Buser Kriminal) – Tepat pukul 14.30 wib.  Alfi Nuril Fitrah (34) tukang sapu yang menjadi  korban salah  tembak dijembatan Suromadu berakhir menghembuskan nafas (mati) saat dalam perawatan di ruang ICU RS Soewandi Surabaya (01/09/16).

Kematian (almr.) Alfi akibat dari tembakan  peluru yang tembus diperut sampai pembuluh darah dan membuat tiga usus berlubang sontak membuat warga beserta kerabat  berkumpul di depan rumah kediaman duka di Gedung Cowek gang 8 No.30 untuk menyambut kedatangan  mobil jenazah Alfi dari RS Soewandi.

Sejumlah pihak jasa marga dan anggota Polisi Polrestabes Surabaya yang berpakaian preman Tampak (Wakasat Reskrim) Kompol. Bayu Indra Wiguno, (Kanit Resmob) Akp.Agung Pribadi  beserta anak buahnya hadir dirumah duka untuk melayat  korban (almr. Alfi).

Saat dikonfirmasi melalui H Moh Husen Yasin selaku keluarga almr. Alfi mengatakan kepada buserkriminal disinggung terkait kebenaran kematian  (almr.) Alfi tertembak dari peluru senjata pelaku kejahatan jenis air softgan  atau peluru senjata polisi laras panjang.

“Saya tidak tau menahu kejadian Alfi tertembak oleh peluru nyasar?  Tadi saat petugas polisi datang mengatakan anggotanya juga tertembak di perut oleh peluru pelaku tapi tidak apa-apa,” pungkasnya.

Menurutnya, dari pihak rumah sakit RS Soewandi Surabaya   juga  tidak pernah memberikan hasil laporan operasi  pengambilan proyektil peluru yang ada diperut (almr.) Alfi. “Kita keluarga almr. Alfi  tidak pernah  menerima laporan apapun bukti pengambilan proyektil peluru dari pihak rumah sakit  RS Soewandi,” cetus Husen.

Biarkan Jenazah almr. Alfi dikebumikan dulu, rapat keluarga yang akan menentukan tindakan apa yang akan kita lakukan untuk mencari  kebenaran atas kematian almr.Alfi apakah alfi tertembak peluru pelaku atau peluru dari polisi, pungkasnya saat dikediaman duka.

Perlu diketahui keanehan dalam  hasil laporan operasi dan pengambilan proyektil peluru yang bersarang di perut almr. Alfi diduga sarat rekayasa dan ada kong kalikong antara pihak RS Soewandi dan Polrestabes Surabaya. Pasalnya seperti yang di lansir berita sebelumnya melalui pihak perawat diruang ICU RS Soewandi ibu Siti Fatimah (28/08/16) mengatakan peluru yang diperut pasien sudah di ambil dan diberikan keluarga pasien, untuk lebih lanjut hubungi dokter yang menangani operasi pasien. o AD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here