Home Khatulistiwa Salah Tangkap, Bagus Siap Telanjangi Oknum Institusi Polri

Salah Tangkap, Bagus Siap Telanjangi Oknum Institusi Polri

3
0
SHARE

IMG-20160928-WA0066_20160928221157216Surabaya (Buser Kriminal) – Satuan Reskrim Polsek Bubutan Surabaya bakal dipermalukan di hadapan publik di Pengadilan Negeri Surabaya oleh Bagus Teguh Santoso SH, MH selaku kuasa hukum Sapto Yudho Nugroho yang menjadi korban salah tangkap oleh pihak kepolisian, pasalnya menurut  surat Laporan Polisi pertama dengan Nomor : LP/B/66/IX/2015/JATIM/http://restabes.sby/Sek“>RESTABES.SBY/Sek.Bubutan, Tanggal 23/9/2016. Laporan tersebut sangat menciderai dan bertentangan jelas dengan Asas Praduga Tidak Bersalah dan Asas Kedudukan yang sama dimuka Hukum karena dalam proses pemeriksaan tidak didampingi oleh kuasa hukum.

Seperti yang dikatakan Bagus Teguh Santoso SH, MH kepada Buser Kriminal di Pengadialan Negeri Surabaya Rabu (28/9). “Penetapan tersangka terhadap Sapto Yudho Nugroho tidak didasari oleh alat bukti dan Barang Bukti (BB) yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, tanpa adanya saksi yang kuat dalam menentukan status tersangka Sapto oleh pihak penyidik dari polsek Bubutan Surabaya yang menangani perkara tersebut” Ucapnya.

Diceritakan Bagus, diduga memakai berbagai cara mulai dari penyiksaan, pemukulan hingga penyetruman terhadap (Sapto) client kami agar mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. Tak kuasa Sapto merasakan penyiksaan terhadap dirinya dengan terpaksa saudara  Sapto mengakui perbuatan yang tidak dilakukanya serta menandatangani sejumlah berkas dibawah tekanan polisi dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan, pemerasan sebagaimana datur dalam Pasal 378 jo Pasal 372 jo Pasal 368 KUHP.

“Yang lebih janggalnya lagi sejak pihak kepolisian saat mengetahui saya sebagai PH atau kuasa hukum saudara Sapto, pinyidik pengirimankan surat yang kedua atas penangkapan saudara Sapto dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/87/IX/2015/JATIM/http://restabes.sby/Sek.Bubutan“>RESTABES.SBY/Sek.Bubutan, tanggal 23/9/2016. setelah dicermati nampak berbeda dari tanggal pembuatan surat penangkapan dengan alasan pembaruan surat penangkapan terhadap Sapto” Tegasnya.

Oleh karena itu, kami tim kuasa hukum  melangkah  upaya hukum yang pertama kita memberikan pengaduan masyarakat dan perlindungan hukum yang diajukan kepada Presiden, Kapolri, serta Kapolda Jatim untuk meminta perlindungan hukum. Sebagaimana yang telah dituangkan dalam Analisa Yuridis pertama proses dalam menetapkan tersangka itu bertentangan dengan ketentuan yang dimaksud dalam pasal 1 angka 14 jo pasal 1 angka 10. Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012. Pasal 1 angka 10. Peraturan Kabareskrim nomor 3 tahun 2014. Bahwa tersangka didasarkan dengan adanya bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana terhadap alat bukti permulaan sebagaimana diatur dalam pasal tersebut, Pungkas Bagus yang Sederhana ini.

“Hari ini tanggal 28 September 2016, tim kuasa hukum telah mendapatkan permohonan praperadilan dengan register nomor : 46/Praper/2016/http://pn.sby/”>PN.Sby. Kita tinggal menunggu biarkan proses hukum tetap berjalan, kami  akan mengambil tindakan tegas bila perlu kami akan telanjangi kesalahan oknum-oknum dari institusi polri yang berbuat semena-mena terhadap masyarakat kecil seperti halnya yang terjadi terhadap saudara kita Sapto, karena Negara kita merupakan Negara Hukum ” Pungkas Bagus Teguh Santoso SH, MH.

Perlu diketahui, berawal dari perampasan sepeda Honda Beat Nopol L 2880 RO milik  korban bernama Jaka melihat Sapto mirip dengan pelaku perampasan motor miliknya pada hari Rabu pukul 17:00 wib sore. Dengan bersama-sama keluarga Jaka menangkap dan memukul sapto yang diduga mirip pelaku perampasan motor miliknya dengan membabi buta lalu mengkeler ke mapolsek Bubutan Surabaya, namun informasi yang didapat dari masyarakat sekitar saudara Sapto hari rabu pukul 16:00wib sedang berada di gapura kampung dekat rumah bersama beberapa warga dan pukul 17:00 wib sore sampai 19:30 wib saudara Sapto berada di rumah temannya sekampung  dan sekitar pukul 19:31 wib diajak temannya tersebut pergi ke Giant Rajawali. o AD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here