SHARE

RSUD Pringsewu Buka Layanan Pasien Ginjal untuk 3 KabupatenPringsewu (Buser Kriminal)-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu saat ini sudah memiliki 19 unit mesin hemodialisa (cuci darah) yang sanggup melayani rata rata 36 pasien gagal ginjal setiap harinya untuk cuci darah.

Kasi pelayanan medik RSUD Pringsewu Lindawati memaparkan, pelayanan pasien untuk cuci darah dibuka setiap hari kerja, kecuali saat hari libur.

“Jumlah pasien cuci darah yang sudah terdaftar tetap, sebanyak 97 pasien, jadwalnya berbeda beda ada yang satu minggu satu kali, kemudian satu minggu dua kali dan bahkan ada yang hanya sebulan sekali tergantung kondisi pasien,” kata dia, Rabu (12/10/2016).

Menurutnya, pelayanan pasien cuci darah setiap harinya dibagi dalam dua shif yakni pagi dan siang, sedangkan proses cuci darah untuk satu orang pasien memakan waktu hingga 5 jam.

“Ada 18 unit mesin (cuci darah) jenis precen news yang digunakan untuk melayani pasien gagal ginjal, sedangkan satu unit mesin disediakan khusus sebagai cadangan bila ada pasien yang tiba tiba datang dengan kondisi yang parah,” ujarnya.

Sementara, Direktur RSUD Pringsewu dr Ulinnoha mengatakan, dengan 19 unit mesin yang ada saat ini sudah cukup untuk melayani pasien gagal ginjal dan jarang terjadi pasien waiting list (antri). Dan kalaupun itu terjadi dikarenakan RSUD Pringsewu tidak hanya melayani pasien dari Pringsewu tapi ada pasien dari Kabupaten Tanggamus, Pesawaran dan Lampung Tengah.

“Jika diperlukan, kedepan pelayanan cuci darah kita buka menjadi tiga shif, tapi untuk sekarang ini saya rasa tidak ada kendala,” terangnya.

Terpisah Ike (29), warga Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, mengaku sudah hampir lima tahun ini menjadi pasien tetap cuci darah di RSUD Pringsewu. Sembari menunggu proses cuci darah Ike bercerita awal gagal ginjal yang dialaminya terjadi sejak lima tahun silam.

“Lima tahun silam saya melahirkan anak pertama, sayangnya proses persalinan itu gagal saya mengalami pendarahan dan bayi saya meninggal,” ujarnya.

Pascapersalinan, lanjut Ike, diagnosa dokter bahwa dirinya gagal ginjal dan sejak itu wajib cuci darah seminggu sekali di Rumah Sakit Cipto. Namun sejak hemodialisa ada di RSUD Pringsewu proses cuci darah dilakukan di RSUD Pringsewu.

“Saya cuci darah dua kali seminggu, pelayanan di sini cukup bagus tidak dipungut biaya karena ditanggung BPJS. Saya berterimakasih kepada pemerintah karena saya tidak harus jauh-jauh ke Jakarta,” pungkasnya. (Pon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here