SHARE

Pegawai RSUD Langsa Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRK LangsaLangsa (BuserKriminal)-Puluhan petugas medis dan non medis RSUD Kota Langsa menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRK Langsa Jl. Cut Nyak Dhien Pusat Kota Langsa DPRK Kota Langsa, Nangroe Aceh Darussalam,  Selasa (29/11/2016).

Koordinator aksi, Sariffuddin,S.Kep, mengungkapkan,  mereka menuntut Direktur  RSUD Langsa dicopot dari jabatannya. “Apabila tuntutan tidak dipenuhi, kami sepakat untuk melancarkan aksi mogok kerja secara massal,” ujarnya.

Kepemimpinan Direktur RSUD Langsa dr. Syarbaini, M.Kes, sambung Sarif, dinilai otoriter.  Pimpinan rumah sakit yang sudah menjabat selama 5 bulan  itu  juga dinilai arogan dan tidak memiliki etika. Efeknya,  karyawan RSUD Langsa bekerja dibawah tekanan,

Dia juga menambahkan, dalam hal  penerimaan tenaga kontrak juga  tidak transparan, dibayar melalui jasa medis bukan remunerasi Tidak adanya Transparansi dalam pembagian remunerasi, bahkan  pengelolaan bisnis RS tidak sehat.

Sarif, mengutarakan, kebutuhan tenaga kerja  tidak sesuai dengan tingkat, sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan yang ada di RSUD Langsa.  “Dan  hubungan antarpersonal tidak terjalin sebagaimana mestinya pimpinan dan bawahan serta memberikan Surat Peringatan (SP) tanpa teguran lisan terlebih dahulu.”

Pantauan Buser Kriminal, beberapa orang perwakilan aksi, yaitu Sariffuddin,S.Kep, Arwinsyah,S. Kep, Eka Raden,S.Km. Iskandar,  Dr.Dahniar MKes , dr.Nety, dan dr.Soraya, akhirnya diterima  Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH.

Ketua DPRK Burhansyah menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Kepala RSUD dan Plt Walikota terkait permasalahan yang ada. Pihaknya, sambungnya,  juga akan  membentuk Pansus terkait kinerja RSUD.

Kepada Buser Kriminal, Wakil Ketua- I DPRK  Langsa. Ir. T. Hidayat, berharap Ketua DPRK Langsa dan anggota lainnya segera merespon  persoalan tersebut. Pasalnya, urainya, hal itu berkaitan dengan  kenyamanan pelayanan RSU. “Persoalan ini  agar diselesaikan dengan cepat supaya tidak berdampak kepada pelayanan pasien,” ungkap politisi Partai Golkar.

Sementara, Direktur RSUD Langsa dr. Syarbaini, M.Kes, Saat dihubungi menyatakan bahwa aksi tersebut wajar saja dilakukan.  “Peran saya hanya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Langsa,” tukasnya kepada Buser Kriminal.

“Sikap tegas dan mutasi kita lakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima agar masyarakat dapat menikmati dan mendapatkan pelayanan baik,” sambungnya.

Dituturkannya, dirinya menekankan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak agar  selalu tersenyum dan menjaga etika dalam melayani masyarakat.  Di sisi lain, dia juga menguraikan program kerja 100 hari kepemimpinannya.  (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here