Home Berita Terbaru Dinas Pertanian dan Kehutanan Pringsewu Sosialisasikan Pengembangan Kultur Jaringan Kepok Tanjung

Dinas Pertanian dan Kehutanan Pringsewu Sosialisasikan Pengembangan Kultur Jaringan Kepok Tanjung

3
0
SHARE

Dinas Pertanian dan Kehutanan Pringsewu Sosialisasikan Pengembangan Kultur Jaringan Kepok TanjungPringsewu (Buser Kriminal)-Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kultur Jaringan Kepok Tanjung di Gedung Aula Kolam Renang Pringsewu (GSG), Rabu (07/12/2016).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pringsewu Ir.Junaidi Hasim dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pringsewu Ir.Iskandar Muda, Sekretaris Pertanian dan kehutanan Jatiwan, Kepala Badan Penyuluhan (BP4K) Hi.Suheryanto, Dr.Ir Agus Sutanto, M,Sc peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Cahyo Widodo, SP, peneliti  pada Laboratorium Bioteknologi Kultur Jaringan UPT Perbenihan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pringsewu, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pringsewu Ir.Tabrani, Kabid Pertanian Maryanto,  Kabid Tanaman Pangan Ali Alhamidi, dan Kelompok Tani sekabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pringsewu Djunaidi Hasim, mengatakan, pisang kepok tanjung adalah salah satu kultifar yang bisa digunakan untuk mengendalikan penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri ralstonia, solancearum, karena kultifar ini berjantung (bunga jantan) sehingga mengurangi serangga vektor penyakit darah hinggap dan menyebarkan penyakit.

Namun demikian, sambungnya, ketersedian benih kepok tanjung masih belum banyak. Oleh karena itu perlu dicari teknik perbanyakan yang tepat, salah satunya adalah secara kultur Jaringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda mengungkapkan keunggulan pisang kepok tanjung. Tandan tanpa tanjung. Ukuran buah lebih besar dari ukuran pisang kepok pada umumnya. Tektur buah lebih kenyal, rasa buah lebih manis, dan dalam kondisi tanah yang subur bisa menghasilkan 10-15 sisir per tandan.

Ditambahkannya, keunggulan bibit hasil kultur jaringan, bibit dapat diproduksi dalam jumlah besar dan seragam. Bibit bebas dari OPT, bibit mempunyai sifat yang yang sama dengan induknya, dan dapat diperoleh bibit dengan sifat-sifat yang diinginkan. “Kami juga berharap penelitian pengembangan pisang kepok tanjung di Kabupaten Pringsewu bisa memberikan manfaat untuk nasyarakat.” (Pon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here