Beranda Berita Terbaru Balai Dusun Pendem Alasangker Disulap Jadi Balai Posyandu Oleh Pihak  Pemerintah Setempat

Balai Dusun Pendem Alasangker Disulap Jadi Balai Posyandu Oleh Pihak  Pemerintah Setempat

BERBAGI

DENPASAR , Buser Kriminal.com – Pembangunan Balai Posyandu di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, mulai menjadi perbincangan hangat dikalangan warga setempat, pasalnya Balai Dusun tersebut di sulap menjadi  Balai Posyandu oleh pemerintah Desa Alasangker. Sebelumnya Balai tersebut merupakan Balai Dusun Pendem dimana   warga sering menggunakan  setiap dalam pertemuan apapun bahkan Banjar Adat pun mempergunakan guna menyatukan masyarakatnya .

Namun setelah diganti nama menjadi Balai Posyandu dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui ADD. Dari hasil kesepakatan pemerintah desa Alasangker untuk merehab bangunan tersebut melalu anggaran APB Desa sebesar Rp 224 juta lebih hingga selesai menjadi Bangunan  berlantai dua pada Desember tahun 2017 ini .

Kemudian bangunan tersebut setelah selesai mulai dikeluhkan warga, pasalnya bangun berlantai dua tersebut setelah dilakukan pengecekan oleh beberapa pihak didapatkan hasilnya  bergetar( Bergoyang) pada lantai atas, dari kontruksi bangunan itu ditopang dengan 6 tiang beton penyangga, pada sisi barat dan utara terdapat tembok penyangga, sisi timur dan selatan hanya berdiri dua tiang penyangga, bahkan pada ditengah bangunan tanpa ada tiang beton untuk menopang kontruksi diatas imbuhnya .

Dan para muda mudi pada saat Hari Raya Galungan bulan lalu mengadakan acara syukuran dimana balai tersebut saat digunakan warga dengan membunyikan Son Sistem lapangan dengan kekuatan 6000 whatt  mulai bergetar hebat pada lantai atas warga pun mulai ketakutan .

Dari hasil pantauan  kami pada (7/12), ternyata bukan hanya bermasalah di aspek kwalitas bangunan dua lantai , malah masalah peruntukkan anggaran dan juga  peralihan gedung yang awalnya Balai Dusun menjadi Balai Posyadu. Kepala dusun Pendem Wayan Budiasa saat ditemui di Balai posyandu oleh awak media tersebut terkait keluhan warganya mengatakan, Budiasa tidak tau menau terkait dana karena sudah ada tim Pelaksana Teknis dari pembangunan itu ia hanya menyediakan lahan “ Kalau mengenai anggaran berapa pengeluaran silahkan tanyakan kantor desa kami didalamnya hanya sebagai anggota yang lebih tau ketua panitia pembangunan .

Kami hanya menerima apa yang menjadi kesepakatan dan menyediakan lahan juga dan  swadaya pembongkaran dari masyarakat, nah untuk nanti masyarakat kami mengadakan pertemuan mungkin  kami pinjam sama Posyandu balai itu” papar Budiasa .

Biasanya, Posyandu numpang di balai desa atau balai banjar, tetapi kali ini di Desa Alasangker terbalik. Bangunan Balai Banjar  disulap menjadi Balai Poyandu dengan menggunakan ADD melalui dana Kesehatan. Dengan demeikian, Balai Banjar hilang, bahkan jika  ada pertemuan-pertemuan di banjar maka harus menumpang ataupun meminjam  kepada Posyandu.

Sementara Sekdes Desa Alasangker I Wayan Rediarka  saat ditemui di ruang kerjanya terkait Bangunan Balai Susun yang dijadikan sebagai Balai Posyandu mengatakan “Ini kebijkan desa karena dana ADD juga diperuntukkan untuk pembangunan kesehatan di desa maka kita bangun Balai Posyandu. Sebab kegiatan Posyandu rutin diadakan setiap bulannya. Anggaran yang diperkunakan tidak ada dari Dinas Kesehatan itu menggunakan ADD ( Alokasi Dana Desa) nah disana ada pembanguna kesehatan. Jadi sekarang tidak ada sebutan balai banjar,” jelas   I Wayan Rediarka, di ruang kerjanya, Kamis (7/12/2017) siang.

Ketika ditanya soal fungsi balai banjar sebagai pusat pelaksanaan kegiatan pemerintahan di tingkat banjar dinas, Rediarka tidak bisa menjawab secara tegas dan hanya menyatakan, “Mungkin kalau rapat-rapat di dusun bisa di lantai dua, lantai satu untuk kegiatan posyandu ” Ucapnya (Demer ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.