Beranda Khatulistiwa Gara-gara Ditagih Uang Setoran, Pedagang Pasar Jadi Korban Penganiayaan

Gara-gara Ditagih Uang Setoran, Pedagang Pasar Jadi Korban Penganiayaan

BERBAGI

PESAWARAN, buserkriminal.com – Gara-gara tidak terima ditagih setoran retribusi, seorang pedagang pasar dikeroyok Kepala Unit Pelaksana Teknis (KPUT) Pasar Kedondong dan beberapa oknum pegawai Dinas Perindag (Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Pesawaran, Rabu (3/10).
Alhasil, korban Ahmad Suhaili melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Gedong Tataan dan kini dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Perlu diketahui, Ahmad Suhaili Pedagang Pasar Kedondong yang juga sebagai Ketua APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) Pasar Kecamatan Kedondong menjadi Pihak Ketiga sebagai Petugas Penarikan Retribusi Pasar mendatangi Kantor Dinas Perindag Kabupaten Pesawaran atas undangan dari Kabid Pasar Zurna untuk membahas MOU antara APPSI & DINAS.
Kemudian, Pihak APPSI & dan Dinas menyepakati perubahan MoU yang sudah ditentukan dari Rp43 juta menjadi Rp35 juta. Adapun yang hadir dalam musyawarah itu antara lain Kadis Perindag Sam Herman, Kabid Pasar Ibu Zurna, KUPT Pasar Mursalin dan Suhaili Selaku Ketua APPSI.
Namun seusai kesepakatan tersebut, Kabid Pasar dan KUPT Pasar Kedondong memaksa untuk pembayaran uang Retribusi setor dimuka atau ditalangi dulu pihak ketiga dan harus disetorkan besok.
Kemudian Mursalin tidak terima karena Suhaili meminta untuk setoran hari senin. Akhirnya Mursalin emosi hingga memukul Suhaili hingga ada beberapa oknum pegawai yang ikut mengeroyokinya.
Setelah itu, Suhaili yang merasa ketakutan berhasil melarikan diri dari Kantor Dinas Perindag dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Polsek Gedong Tataan. Pihak keluarga Suhaili meminta agar aparat penegak Hukum untuk menindak lanjuti laporan pemukulan tersebut.
Jika terbukti, pelaku dapat dijerat Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”): (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. o SHELLA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.