Beranda Berita Terbaru Hindari Kecurangan Suara Polres Halut Tingkatkan Pengamanan Pilgub Di Kecamatan Loloda

Hindari Kecurangan Suara Polres Halut Tingkatkan Pengamanan Pilgub Di Kecamatan Loloda

BERBAGI

HALUT, buserkriminal.com – Dalam tahap pungutan suara pemilihan gubernur (Pilgub) Maluku Utara (Malut) pada 27 Juni nanti, polres Halmahera Utara tingkatkan pengamanan, hal ini untuk menghindari terjadi kecurangan atau penggelembungan suara, seperti yang telah terjadi pada pilkada kemarin di dua kecamatan yakni Loloda Utara dan Loloda Kepulauan, terjadi kecurangan penggelembungan suara.

Kabag Ops polres Halut, kompol Jonathan Metariang, yang di temui di ruang kerjanya (Selasa,28/6/2018) mengatakan, pengamanan tahapan pungutan suara dalam pilgub kali ini, pihaknya lebih perketat pengamanan. Setiap kecamatan ada perwira pengendali yang akan memimpin anggota dalam pengamanan di semua TPS di wilayah masing-masing.

Dan untuk kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan, pihaknya sudah menyiapkan 1 unit armada speedboat untuk pengawalan kotak suara yang di pimpin langsung oleh Kasat Polair sebagai perwira pengendali di dua kecamatan tersebut. Untuk pengamanan di setiap TPS, masing-masing TPS ditempatkan 1 personil.

“Untuk pengamanan pilgub di dua kecamatan tersebut, tanggal 21 Juni ini, kami turunkan 31 personil, untuk pengamanan 12 TPS di kecamatan Loloda Kepulauan dan 19 TPS di Loloda Utara”, ucapnya.

Lanjut dia mengatakan, sesuai arahan dari Kapolda, anggota harus netral dalam pengamanan pilgub, jika kedapatan ada anggota yang tidak netral, maka akan diberikan sanksi tegas yakni penundaan kenaikan pangkat, bahkan pemecatan, jika terbukti memihak kepada satu pasangan calon.

Selebihnya dia mengatakan, dalam pengawalan proses pungutan suara nanti, anggotanya akan mendokumentasikan setiap proses pungutan suara, baik dari pencoblosan sampai penghitungan suara di setiap TPS, terutama di TPS yang ada di dua kecamatan tersebut. Sehingga pihaknya mengantongi data yang akurat untuk mengantisipasi adanya kecurangan suara, yang dapat memicu keributan dalam pleno rekapitulasi baik di kecamatan maupun di tingkat kabupaten. Arthur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.