Beranda Berita Terbaru Ikut Tender Proyek E-KTP, Perusahaan Setya Novanto Fiktif

Ikut Tender Proyek E-KTP, Perusahaan Setya Novanto Fiktif

0
BERBAGI

JAKARTA, buserkriminal.com – Dalam sidang kasus e-KTP, mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Deniarto Suhartono mengaku perusahaan yang dipimpinnya adalah fiktif. Dalam perusahaan PT Murakabi, sahamnya dimiliki oleh keluarga Setya Novanto.

Pengakuan Deniarto terungkap saat Hakim Pengadilan Tipikor mencecar beberapa pertanyaan.

Awalnya Deniarto membeberkan bahwa dari 14 perusahaan yang berada di kantor Setya Novanto di Menara Imperium lantai 27 hanya memiliki dua karyawan. Dia juga sempat mengatakan perusahaan-perusahaan itu dibentuk untuk mengikuti lelang sebuah proyek.

Hakim Emilia lantas menegaskan apakah perusahaan-perusahaan tersebut fiktif?

“Iya,” jawab Deniarto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin 6 November 2017.

Hakim juga sempat heran perusahaan yang tak memiliki modal tersebut bisa berdiri dan mengikuti proses lelang. Salah satunya lelang proyek e-KTP.

Hakim Anshori Syaifuddin kemudian ikut mencecar Deniarto. Hakim sempat menanyakan bagaimana masuknya Irvanto Hendra Pambudi yang tak lain adalah keponakan Setya Novanto. Deniarto mengaku tidak tahu.

Hakim merasa heran Deniarto mengaku tidak tahu, sebab, dia berstatus sebagai petinggi perusahaan tersebut.

“Kok berani (tanpa modal) gitu ikut lelang?,” tanya Hakim Anshori.

“Karena saya sebetulnya enggak begitu setuju yang mulia,” terang Deniarto.

Hakim juga kemudian menegaskan kembali apakah perusahaan-perusahan yang berada di lantai 27 Menara Imperium merupakan milik Setya Novanto.

“Saya, ya, dengar-dengar itu punya Novanto, ya saya dengar-dengar rumor saja pak,” kata Deniarto.

Bikin Perusahaan Setiap Proyek

Dalam sidang itu, Deniarto dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dia mengungkap dirinya kerap membuat perusahaan setiap ada proyek.

“Sebetulnya, waktu itu setiap ada proyek, terus kita bikin perusahaan. Jadi setiap kali ada proyek bikin perusahaan,” ujar Deniarto kepada Ketua Hakim John Halasan Butar Butar.

Kantor itu terletak di Lantai 27, Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan. Satu lantai gedung digunakan lebih dari 14 nama perusahaan. Kantor yang diketahui milik Setya Novanto juga hanya diisi dua karyawan.

“Perusahaan ada 14 kantornya, sama karyawan cuma 2 orang? Maksudnya apa?,” tanya Hakim John heran.

“Iya betul,” jawab Deniarto.

Hakim John pun menduga perusahaan tersebut dibuat untuk melakukan kebohongan. Hakim John pun kemudian mencecar Deniarto terkait tindakannya tersebut.

“Saya minta maaf. Itu kelemahan saya, waktu itu saya mau saja,” kata Deniarto.

PT Murakabi sendiri merupakan salah satu konsorsium yang ikut dalam proyek e-KTP. Kepemilikan saham PT Murakabi sendiri dipegang oleh PT Modalindo Graha Perdana.

Saham Modalindo sendiri dimiliki oleh putra Novanto, Reza Herwindo dan dimiliki oleh istri Novanto, Deisti Astriani. Novanto sendiri mengaku sempat menjadi komisaris di perusahaan tersebut. 0 Net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here