Beranda Business Kursi Sang Politikus Oleh : Yosua Hasnanta Ginting,MA,M,Div (Ketua Korwil Perindo Kepri)

Kursi Sang Politikus Oleh : Yosua Hasnanta Ginting,MA,M,Div (Ketua Korwil Perindo Kepri)

BERBAGI

BATAM, buserkriminal.com – senin 30/07/2018
Jika kita membuka kamus bahasa Indonesia, maka kita dapat melihat defenisi Politik, POLITIK adalah “cara bertindak menghadapi masalah dan tekanan dalam kehidupan orang banyak.” dari defenisi tersebut maka banyak pakar-pakar memeberikan defenisi Politik, yang pada intinya Politik adalah suatu cara atau tindakan yang dipakai untuk mempengaruhi orang banyak, untuk kepentingan orang banyak tersebut.

Mari kita mengkaji ulang dengan teliti tentang definisi  politik tersebut supaya kita bisa memahami dan menjadi pelaku politik yang sehat serta  politikus yang hebat dan handal, setidak-tidaknya masyarakat mau berperan serta aktif dalam berpolitik sehat, bukan pasif
jika kita lihat keadaan masyarakat kita dewasa ini maka , kita bisa menemukan berbagai permasalahan dalam masyrakat kita, dan ini masalah serius, ibaratnya penyakit kanker sudah stadium 4 lebih, kalau tidak diantisipasi maka Indonesia akan mengalami Krisis dalam politik yang mengakibatkan masyarakat Indonesia memiliki gejala-gejala sebagai berikut.

Underestimate ; masyarakat pandang enteng terhadap politik, karena menganggap enteng akibatnya merendahkan makna politik, maka banyak masyarakat melihat sebelah mata tentang politik, merendahkan politik,  hal hasil politik tidak ada tempat bagi masyarakat, dan akibatnya masyarakat tidak tahu berpolitik yang sehat dan cerdas, takut berpolitik, tidak antusias dalam berpolitik .

Akibatnya  Masyarakat jadi OBYEK  bukan lagi SUBYEK  dalam berpolitik, sebenarnya subyek dalam politik itu adalah masyarakat, artinya masyarakat yang berkuasa, jadi penentu , dalam berpolitik, dengan tidak mengerti makna politik itu terciptalah kondisi yang sangat parah (terkondisi) atau terbentuklah sebuah keadaan yang sangat parah dengan berbagai jenis istilah ; politik nasi bungkus, politik adu domba, politik uang , dan banyak lagi istilah-istilah politik yang menjatuhkan esensi politik itu sendiri, yang pada dasarnya POLITIK ITU MULIA. itu semua terjadi karna ada kelompok orang-orang tertentu yang masuk ke dunia politik tetapi tidak mengerti esensi atau makna politik tersebut hal hasil mereka datang kepada rakyat dan rakyat  ditunggangi , di berdaya, diperalat oleh sekelompok orang-orang yang “Hanya mengadu nasib” dengan kondsi seperti ini maka munculah istilah politik.

Azas Manfaat : jika kita membahas Azas manfaat, maka timbullah dibenak kita,” siapa yg memanfaatkan dan siapa yang dimanfaatkan.” siapa sebetulnya memanfaatkan siapa?” jawabanya adalah : sebenarnya POLITIK itu berbicara “PEOPLE POWER”  seorang yg berkuasa karena ada banyak orang yang memeberikan kekuasaan tersebut itulah Demokrasi, dalam Demokrasi sebenarnya kekuasaan itu ada pada orang banyak (masyarakat) makanya kita mendengar slogan atau moto ” Suara Rakyat adalah suara Tuhan. Akan tetapi masyarakat sang pemilik kekuasan tidak memiliki pengertian dan pemahaman yang benar tentang politik yang sehat dan politik yang cerdas hal hasil rakyat menjadi di manfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mengakibatkan terbukanya pintu sangat lebar bagi orang  tidak memiliki, capability, integrity  dalam dunia politik. maka bermunculan  kelompok- kelompok   yang datang untuk tebar pesona, tebar uang , dan tebar janji. bagaikan siluman yang muncul tiba-tiba di masa-masa kampanye , dan hilang seketika setelah mendapatkan kursi jabatan , rakyat terhipnotis dan terbius dengan janji-janji yang manis, rayuan dengan kata-kata yang manis, tidak jarang juga memakai isu-isu SARA dimainkan, serangan fajar serta bagi-bagi uang ( money politic),  semua itu dilakukan oleh politikus demi memperjuangakan sebuah kursi, sehingga harga politik jadi sangat mahal ( Cost politic) (abdul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.