Beranda Berita Terbaru Polda Sumut Ungkap Penyeludupan Barang Bekas Senilai Rp 1.184.800.00.

Polda Sumut Ungkap Penyeludupan Barang Bekas Senilai Rp 1.184.800.00.

BERBAGI

MEDAN, buserkriminal.com – Bertempat di halaman depan Kantor Dit Reskrimum Polda Sumut, Kapolda Sumut pressrelease tentang kegiatan yang memasukkan barang berupa pakaian bekas ke wilayah negara indonesia yang tidak memiliki dokumen yang sah sesuai dengan peraturan perundang undang, Jumat, (2/2/2018) pukul 12.00 wib.

Barang bukti yang disita Polda Sumut

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Kepala Bea dan Cukai Sumut Oza Olivia, Irwasda Polda Sumut, Para Pejabat Utama Polda Sumut dan Personel Polres Asahan dan Tanjung Balai, beserta awak media cetak dan media elektronik.

Peristiwa penindakan ini di lakukan 3 tempat yang berbeda yaitu oleh Ditreskrimsus Polda Sumut, Polres Asahan dan Polres Tanjung balai. Adapun Dugaan nilai barang bukti dengan total sebesar Rp.1.184.800.000,- ( Satu Miliar Seratus Delapan Puluh Empat Juta Delapan Ratus Rupiah). Dengan pasal yang di langgar yaitu pasal 102, Pas 103, Pasal 104 Undang-undang RI No 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang undang No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan dan Permendag RI No 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

Kemudian, adapun barang bukti yang disita yaitu: 226 karung balpers pakaian bekas eks luar negeri

?Mobil truck Mitsubishi Colt Diesel BA 8393 EU

?Mobil Truck Mitsubishi Colt Diesel BA 8404 AU

?Mobil Mitsubishi L.300 Pick Up BK 9234 YG

?Mobil Mitsubishi L.300 Box BK 9220 VR

?Mobil Suzuki Pick Up BM 9729 MI

?Mobil Daihatsu Grandmax BK 1909 TV

?Mobil Bus Umum Povri BKR B 7353 IZ

?Mobil Truck Colt Diesel BK 8188 VQ

Selanjutnya hingga saat ini penyidik telah melakukan koordinasi dengan PPNS Bea dan Cukai kemudian barang bukti telah di amankan dan telah di lakukannya pemeriksa terhadap saksi saksi. 0 Sembiring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.