Beranda Berita Terbaru Polisi Investigasi Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

Polisi Investigasi Meninggalnya Wartawan di Lapas Kotabaru

BERBAGI

BANJARMASIN, buserkrimimal.com – Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi H Suhasto menyatakan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama Polres Kotabaru akan melakukan investigasi terkait meninggalnya seorang wartawan salah satu media online, M Yusuf (42).

“Investigasi diperlukan salah satunya untuk mencari tahu penyebab kematian Yusuf,” kata Kapolres dalam jumpa pers di Kotabaru, Selasa 12 Juni 2018.

Dikatakan, M Yusuf yang kini tengah menghadapi proses hukum dengan dakwaan melanggar Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, terkait pemberitaan sebuah perusahaan di media daring, pada Ahad (10/6) sekitar pukul 14.10 Wita meninggal dunia.

Yusuf yang di antar petugas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotabaru ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotabaru, setelah diperiksa dinyatakan sudah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Menurut laporan dari Lapas, sebelum dibawa ke RSUD Kotabaru, Yusuf mengeluh sesak napas dan muntah-muntah, dan ada keluar darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Setelah diperiksa oleh pihak rumah sakit, Yusuf sudah meninggal dunia,” ujar Kapolres, menambahkan.

Dokter jaga Unit Gawat Darurat RSUD Kotabaru dr Arul Rahman menjelaskan, Yusuf diantar oleh petugas dari Lapas Kotabaru. “Setelah kami terima langsung diperiksa tuan Yusuf sudah tidak ada napas dan nadi, kami beri bantuan dengan memijat bagian jantung, tetapi tidak ada respons,” ungkap dokter jaga dr Arul Rahman.

Saat itu, tubuh korban masih terasa hangat, tambah Arul, menjelaskan. Ia mengaku bersama Polisi dan disaksikan dari pihak keluarga dan Kejaksaan melakukan visum et repertum, dan tidak ditemukan ada memar atau kekerasan akibat benda tumpul.

Berdasarkan riwayat, Yusuf terdiagnosa menderita gagal jantung, asma atau pneumonia, infeksi paru-paru sejak 2015. Dan terakhir dirawat 17 Mei 2018. Kapolres menambahkan, keluarga Yusuf pernah mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Kotabaru.

“Namun permintaan tersebut tidak dapat dikabulkan, karena pertimbangan penyidik yang bersangkutan kurang koperatif, misalnya, dua kali dipanggil tidak hadir, Yusuf juga tidak mau menandatangani berkas pemeriksaan. Sehingga penyidik membuat surat penolakan untuk tandatangan,” jelas Suhasto.

Sementara itu, pada Senin (11/6) sekitar pukul 11.00 Wita, jenazah Yusuf sebelum dikuburkan di pemakaman umum, terlebih dahulu disalatkan di rumahnya di Komplek Perumnas Batuselira, Kotabaru.

Hadir dalam takziah di rumahnya, sejumlah tokoh masyarakat di antaranya, Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif, tokoh agama dan rekan wartawan cetak serta elektronik di Kotabaru.

“Anaknya yang di Makassar juga datang ke Kotabaru,” kata Udin, kerabat Yusuf.(*/mdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.