Beranda Berita Terbaru Polri akan minta Keterangan pihak Facebook terkait Bocornya Data Pribadi

Polri akan minta Keterangan pihak Facebook terkait Bocornya Data Pribadi

BERBAGI

JAKARTA, buserkriminal.com – Kisruh dugaan kebocoran data pribadi pengguna Facebook di Indonesia membuat Polri dan Kemenkominfo lebih serius bekerja sama menangani masalah tersebut. Terlebih, penyebaran berita, baik yang bersifat informatif sampai menimbulkan kegaduhan di masyarakat pun masif di jejaring sosial media tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyampaikan, ini bukan kali pertama jejaring sosial asal Amerika Serikat itu menimbulkan kegaduhan. Seperti pertikaian antara umat Muslim dan Hindu di Srilangka yang menjadi semakin parah dengan adanya pemberitaan lewat Facebook.

“Sejauh ini penyidik berencana mengadakan pertemuan dengan perwakilan Facebook di Indonesia guna mendapati keterangan dan konfirmasi akan isu yang meresahkan masyarakat ini,” tutur Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/4/2018).

Menurut Iqbal, Facebook akan tetap diterima jika dapat memenuhi standar yang berlaku. Baik itu berkaitan dengan norma, etika, dan adat istiadat yang ada di Indonesia.

“Bentuk tindakan yang akan diberikan kepada Facebook masih dipertimbangkan oleh Kemenkominfo selaku regulator,” jelas dia.

Polri dan Kemenkominfo juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjadi bagian pengawasan dari setiap informasi yang ada di Facebook. Jangan mudah pula terprovokasi oleh sejumlah pemberitaan yang belum jelas kebenarannya.

“Terkait ada atau tidaknya dugaan tindak pidana sangat ditentukan berdasarkan temuan fakta dan bukti yang ada di lapangan,” Iqbal menandaskan.

Iqbal meminta masyarakat aktif melapor ke polisi jika merasa telah menjadi korban. “Polri mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke Dittipidsiber Bareskrim Polri bagi siapapun yang menerima pemberitahuan langsung dari Facebook, agar menjelaskan pengalaman pribadinya secara langsung sebagai saksi,” tutur Iqbal.

Menurut Iqbal, sejauh ini pihak kepolisian belum mengambil keterangan dari pengguna Facebook yang merasa datanya telah disalahgunakan. “Sedangkan terkait ada atau tidaknya dugaan tindak pidana, sangat ditentukan berdasarkan temuan fakta dan bukti yang ada di lapangan,” jelas dia.

Polri sendiri cukup khawatir jika Facebook dijadikan alat utama demi kepentingan individu untuk melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab. Mulai dari menyebar fitnah, pencemaran nama baik, provokasi, penyebaran ujaran kebencian atau hate speech, hingga berita bohong alias hoax yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sejauh Facebook dapat memenuhi standar yang berlaku sesuai norma, etika, dan adat istiadat yang ada di Indonesia maka keberadaannya akan tetap terjamin di Indonesia,” Iqbal menandaskan.0 (*/mdk)

Sumber: Liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.