Beranda Berita Terbaru Akses Pura dan Pipa Air Bersih Diduga Dirusak PT Sinar Bali “...

Akses Pura dan Pipa Air Bersih Diduga Dirusak PT Sinar Bali “ Desa Perbaiki Pinjam Dana Di Bumdes”

0

SINGARAJA, buserkriminal.com – Proyek Provensi Bali yang digarap oleh PT Sinar Bali di Desa Tista Buleleng terus bergejolak dikalangan masyarakat, terkait pengrusakan fasilitas umum, seperti akses ke Pura dan pipa air bersih yang kena proyek pembuatan drainase dan pelebaran jalan.

Amburadulnya pengerjaan proyek yang dilaksanakan PT Sinar Bali lapangan, dengan dinas PU. Seperti akses menuju ke pura yang di rusak untuk pembuatan gorong-gorong. Menariknya akses tersebut harus desa yang bertanggung jawab untuk memperbaiki. Termasuk saluran pipa air bersih sepanjang kurang lebih 4 kilo meter, desa yang harus mengeluarkan dana perbaikan pipa air tersebut. Ironis nya, karena Desa Tista tidak ada dana, terpaksa pihak desa mengajukan pinjaman ke BUMDes untuk perbaikan akses ke pura dan perbaikan pipa air bersih.

“ Kami bertemu langsung dengan bapak kepala Desa Tista, kalau akses ke pura dan perbaikan pipa air besih di tanggung desa. Karena tidak ada dana, desa harus membuat proposal pinjaman kepada BUMDes,” ujar Muhyiddin salah satu warga Tista yang keberatan dengan hal tersebut.

Kepala Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, Gede Marjaya membenarkan kalau akses ke pura dan perbaikan pipa air besrsih di biaya oleh desa. “desa tidak dana, makanya untuk perbaikan akses ke pura dan pipa air besih, desa mengajukan pinjaman ke BUMDes,” ujarnya kepada awak media di kantor Desa Tista yang di saksikan Babimkamtibmas dan aparat desa lainnya

Gede Marjaya juga menambahkan kalau proyek yang di garap oleh PT Sinar Bali dengan warganya tidak bermasalah.” Tidak ada masalah sebenarnya dengan warga, proyek berjalan karena itu proyek provensi”imbuhnya.

Sedangkan PT Sinar Bali memperalat aparat desa setempat “menakut nakuti” warga dengan mempersoalkan ijin mendirikan bangunan (IMB) terkait pengambilan tanah warga untuk perluasan jalan. Karena di ketahui, sebagian besar warga yang tanah dan bangunan nya di kena pelebaran jalan tidak dilengkapi IMB. Menurut Muhyiddin, bahkan PT Sinar Bali bahkan tidak memasang Papan proyek yang biasanya terlihat di pinggir jalan dengan jumlah nilai tender yang dimenangkan serta waktu pengerjaan hingga penyelesaian.

Sementara di sisi lain, tanah galian gorong gorong oleh pihak pekerja di jual kepada masyarakat dengan harga mahal.
“tanah warga di ambil untuk pembuatan drainase dan perluasan jalan tanpa ganti rugi, sementara masyarakat untuk mendapatkan tanah hasil galian gorong gorong harus beli dengan harga mahal, itu nama nya, masyarakat di peras,” tambah nya.

Diketahui, ada tiga pura yang di sakralkan oleh masyarakat Adat Tista, Busungbiu Buleleng, akses masuknya di rusak oleh pemborong. Yakni, Pura Dalem, Pura Prajapati dan Pura Puseh. Bahkan Muhyiddin sendiri sangat keberatan akses pura dan perbaikan pipa ditanggung Desa yang semestinya di tanggung

Di tempat terpisah Anggota Dewan Provensi IGK Kresna Budi Kelurahan Liligundi Buleleng dikonfirmasi (12/7) melalui saluran telephone terkait pengerjaan Proyek yang dilaksankan oleh PT Sinar Bali di desa Tista, Busengbiu dengan panjang 4 km dan pelebaran itu mengenai lahan halaman warga yang ada depan rumah bahkan tidak memiliki IMB mengatakan,

” Ini pelajaran juga buat masyarakat semua yang membangun di pinggir jalan dengan tidak memiliki IMB, disaat ada proyek pemerintah seperti pelebaran jalan ya mereka tidak dapat ganti rugi.

Terkadang juga masyarakat yang membangun sering memakai badan jalan seenaknya lah dia, nah untuk itu aparatur desa mestinya juga sebelum masyarakat membangun harus terlebih dulu pendekatan dan pemberitahuan karena masyarakat pedesaan awam masalah seperti itu” ujar IGK Kresna Budi@Tim

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.