oleh

Aplikasi Poltamil Pelaporan Online “Tambang Ilegal Sebagai Strategi Penegakan Hukum Tindak Pidana Pertambangan”

JAKARTA – AKBP Dr. Gede Suyasa, S.Si. S.H. M.H, Yang Saat ini Berdinas di Direktorat Tipidter Bareskrim Polri Sebagai Kepala Unit, Sedang Melaksanakan Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 2 (Diklat PKN 2) di BPSDM Kementerian Hukum dan HAM RI yang bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) sebagai salah satu perwakilan dari Polri. Jumat, (20/11/20).

Dalam penyelesaian Diklat tersebut, AKBP Dr. Gede Suyasa membuat proyek perubahan berkaitan dengan isu strategis dibidang pengelolaan pertambangan mineral dan batu baru, dengan judul “Strategi Penegakan Hukum Tindak Pidana Pertambangan melalui Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Teknologi Informatika”.

Out put dalam pembuatan proyek perubahan tersebut berupa aplikasi pelayanan aduan masyarakat secara online dengan nama “POLTAMIL” atau Pelayanan Online Tambang illegal”.

Aplikasi tersebut sudah dilakukan lounching pada tanggal 20 November 2020 di Hotel LORIN Sentul Selatan Kabupaten Bogor Jawa Barat. Acara tersebut dibuka oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri BJP Drs. Syahardiantono, M.Si disaksikan oleh para penyidik pembantu dan penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Dimana acara tersebut dilaksankanan pada kegiatan Peningkatan Kemampuan Penyidik dan Penidik Pembantu Direktorat Tindak Pidana Tertentu Dalam Penanganan Tindak Pidana Sumber Daya alam, pada kegiatan tersebut juga turut diundang sebagai narasumber dari Dinas ESDM Jawa Barat, Kementerian ESDM RI, Kementerian KLHK RI, BPOM RI, dan beberapa narasumber dari Internal.

AKBP Dr. Gede Suyasa Selaku Project Leader menyampaikan bahwa “Dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, Polri harus senantiasa melakukan langkah-langkah inovatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat.

Hal ini sesuai dengan program Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) Polri dan 7 (tujuh) program prioritas Kapolri Jenderal Idham Azis, yaitu mewujudkan SDM unggul, pemantapan Harkamtibmas, penguatan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, pemantapan manajemen media, penguatan sinergi polisional, penataan kelembagaan dan penguatan pengawasan.

Dengan berbagai inovasi kebijakan dan sarana pra sarana, maka terwujud Kepolisian Negara Republik Indonesia yang semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Hingga saat ini, belum ada sistem yang efektif dan efisien untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam melakukan pelaporan tindak pidana pertambangan. Laporan masih dilakukan secara klasikal, dan hal ini menjadi kurang efektif.

” Sementara itu, data pelaporan atau komplain masyarakat terhadap kegiatan illegal mining dalam 3 tahun terakhir sejumlah 1463 laporan, yaitu pada tahun 2017 sebanyak 628 laporan, 2018 sebanyak 538 laporan, dan 2019 sampai sebanyak 297 laporan.

Melalui Proyek Perubahan ini, dilakukan inovasi sistem pengaduan masyarakat tentang adanya dugaan tindak pidana pertambangan di Indonesia.

Pengaduan yang dilakukan melalui aplikasi “POLTAMIL” yang dapat diunduh dalam play store android dan dapat diakses pada web site Poltamil.com, dengan cara penggunaan yang sederhana sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengaduan terhadap kegiatan tambang illegal yang diketahuinya.

Disamping menerima pengaduan, dalam aplikasi tersebut juga disediakan informasi-informasi berkaitan dengan kegiatan pertambangan mineral dan batubara, sehingga masyarakat mendapatkan pengetahuan sebelum melakukan pengaduan, serta aduan yang sudah disampaikan juga bisa dimonitor secara langsung untuk melihat perkembangan perkara yang disampaikan tersebut.

Pengaduan tersebut juga merupakan wujud pemberdayaan masyarakat dalam memberikan informasi terkait kegiatan pertambangan illegal yang kemudian akan ditindaklanjuti langsung oleh penyidik dengan cara profesional dan berkeadilan ,”Pungkasnya@ferry.

 

Komentar

News Feed