As SDM Polri, Pecalang, Persit dan Siswa SD Kunjungi Museum Penanggulangan Terorisme

banner 468x60

DENPASAR, buserkriminal.com – As SDM Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Indra Heri S., M.M. mengunjungi Museum Penanggulangan Terorisme di Jalan WR. Supratman Denpasar Kedatangannya disambut oleh Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Jumat, (20/12).

Tiba di museum, As SDM bersama Kapolda langsung melihat beragam peralatan yang digunakan teroris. Termasuk sebuah duplikat mobil L 300 warna putih berisi bom dan TNT seberat 1 ton, yang dulu diledakkan saat serangan teror di Sari Club dan Paddy’s Legian, Kecamatan Kuta, Badung, 12 Oktober 2002 malam. Mobil L 300 ini sempat dikemudikan oleh Ali Imron.

Selain itu, juga dipajang sepeda motor Yamaha F1Z R warna merah yang digunakan teroris Ali Imron untuk melakukan survei lokasi, sebelum meledakan bom di Legian atas perintah trio Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron. Ada pula pajangan foto-foto penanganan serangan teroris di berbagai tempat di Indonesia.

Kapolda Bali menyampaikan, ide awal dibangunnya Museum Penanggulangan Terorisme ini untuk mengenang peristiwa kekejaman teroris. Di Indonesia, aksi kekejaman teroris paling dahsyat terjadi saat peristiwa Bom Bali I pada 12 Oktober 2002 malam dan Bom Bali II pada 1 Oktober 2005 di Kuta dan Jimbaran.

Selain itu, pembangunan museum ini juga untuk mengenang para tokoh penanggulangan terorisme, anggota kepolisian yang gugur akibat serangan teroris, dan masyarakat sipil yang jadi korban teror.

“Kalau kita lupa dengan aksi terorisme, maka kita akan rentan dengan serangan teror. Ini yang menjadi ide saya mendirikan Museum Penanggulangan Terorisme. Museum ini kecil, tapi mengandung dan menyimpan banyak makna. Bagaimana kita melawan teror, bukan hanya untuk mengingatnya,” kata Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.

Sementara, Irjen Pol. Dr. Eko Indra Heri S., M.M. mengapresiasi dibangunnya Museum Penanggulangan Teroris pertama di Indonesia ini. Kehadiran museum ini bisa memberikan gambaran penegakan hukum saat serangan teror pertama di Bali.

“Museum Penanggulangan Terorisme ini banyak menyimpan informasi. Generasi muda bisa belajar dari museum ini, untuk mengetahui bahwa aksi teroris pernah memperburuk ekonomi Bali dalam Bom Bali I dan Bom Bali II,” ucap As SDM Polri.

Menurut pemandu museum, Briptu Komang Juliharta bahwa pada hari Kamis (19/12) terdapat 87 orang yang mengunjungi Museum Penanggulangan Terorisme. Adapun yang datang, antara lain Pecalang Seminyak, Legian, Kelan dan Kedonganan. Kemudian ada dari Persit Kodim Badung Siswa SD Harapan Nusantara dan rombongan dari As SDM Polri.

“Kebanyakan dari pengunjung mengaku senang dapat mengunjungi Museum Penanggulangan Terorisme karena dapat belajar tentang penanganan terorisme. Mereka berharap tidak terulang kembali tragedi Bom Bali I dan II,” terang Briptu Komang Juliharta ,”terangnya@ferry.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.