Dahari Pertanyakan Dana PPKM 8% Dari APBDes Muara Batu Batu

  • Bagikan

Aceh,buserkriminal.com – Saya tidak keberatan dengan apa yang menimpa adik saya yang sekarang ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Karna saya yakin pihak medis tidak mugkin menganiaya adik saya dengan suntik vaksin, dan saya sendiri sudah menyaksikan segenap Muspika Rundeng menunjukkan sikap tanggung jawab hingga saat ini kesehatan adik saya dalam pantauan mereka. Ujar Dahari abang kandung Mulyadi kepada media ini, Minggu (21/11/2021).

“Yang saya sesalkan itu sikap Pj. Kades Muara Batu Batu terlihat tidak peduli terhadap keadaan warganya, seharusnya selaku kades harus aktif memantau warganya, lebih-lebih saat ini warga sibuk-sibuknya mengikuti suntik vaksin. Kan ada anggaran PPKM 8% di APBDes, gunakanlah anggran itu untuk meringankan beban warga yang terkena efek vaksin membantu biaya betobat atau untuk keperluan lain warga yang sedang menjalani pengobatan. Kalau anggran itu tidak diperuntukkan dimasa PPKM seperti ini, lalu dikemanakan peruntukan anggaran itu, sesalnya.

“Yang ironisnya lagi, disaat semua Muspika Rundeng mengunjungi Mulyadi di RSUD Subulussalam termasuk Walikota dan Ibu Walikota Subulussalam, beliau selaku Pj. Kades justru tidak pernah datang sama sekali, padahal selain pemimpin desa beliau masih ada ikatan darah/kekeluargaan dengan kami, yang terlihat hanya prangkat desa yang diberi uang 200 ribu untuk membeli buah-buahan”, keluh Dahari kecewa.

Terkait Mulyadi adiknya dirujuk dan saat ini dirawat inap di RSUD Subulussalam, Dahari menceritakan kronologi, hari Selasa 16/11/2021 Mulyadi (26) disuntik vaksin tenaga medias dari Puskemas Rundeng, usai di vaksi adiknya Mulyadi mesara Pening dan Lemas, kami menduga itu efek vaksin yang disuntikkan ketubuhnya. Ujar Dahari memaparkan.

Melihat kondisi kesehatan adiknya makin memburuk Badan panas, Muntah-muntah, Dada sesak, Kepala dan Kaki panas, serta tangan kurang bertenaga memegang benda, Dahari melaporkan kondisi adiknya itu ke kantor Polsek terdekat. Tidak berselang lama terlihat pihak polsek Rundeng datang melihat kondisi Mulyadi di kediamanya dan langsung membawanya ke Puskesdes di desa itu, paparnya lagi.

Usai diperiksa di Puskesdes dan tidak tertangani disana, Mulyadi kemudian dibawa ke Puskesmes Rundeng dan akhirnya di rujuk ke RSUD Subulussalam. Mirisnya pada saat kami hendak berangkat menuju RSUD yang membayar uang ambulanc bu Kapus bukan Pj. Kades, padahal sebelumnya saya sudah minta uang itu pada Kades karena kebetulan saya tidak begang uang melalui pesan WhatsApp tapi tidak direspon padahal sudah dibacanya. Dia lihat Kapus membayar uang ambulan, tapi tetap Pj. Kades itu diam saja, Pungkas Dahari.

Guna mendapatkan keterangan medis kondisi Mulyadi, awak media ini kemudian mengonfirmasi Dr. Idrawati Pelis Kapus Rundeng, “Alhamdulillah keadaan pasien nya baik,dan ketika di vaksin sesuai dengan prosedur, saya rujuk hanya untuk memastikan diagnosa nya bukan karena penyakitnya berat, itu karena gangguan lambung atau diagnosa like ulcer, dispepsia like ulcer, dan ternyata sama diagnosanya dengan hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit”. Pungkasnya, Minggu (21/11/2021).

Berkenaan dengan informasi Dahari bahwa saudaranya Mulyadi sudah dirujuk ke RSUD dan sudah dirawat inap 1(satu) malam, awak media ini kemudian mengkonfirmasi Dr. Dewi Direktur RSUD Subulussalam, namun pihaknya mengatakan, ” Coba koso lebe du..apa betul, Odak lot laporan ( saya tanya dulu benar atau tidak ada dirujuk dan dirawat inap di RSDU, tidak saya tau, tidak ada laporan ) jawabnya singkat dengan bahasa daerah, Minggu (21/11/2021).

Menyikapi keluhan Dahari saudara Mulyadi, Sami’un Pj. Kades Muara Batu-Batu dikonfirmasi Minggu, 21/11/2021 menyayangkan dan membantah tudingan warganya tersebut dan mengatakan, ” tidak patutlah selaku Kepala Desa tidak memperhatikan warga saya, kami sudah utus perangkat desa mengunjungi saudara Mulyadi di RSUD, kita intrikan membawa buah tangan dan keperluan lainnya. Saya tidak bisa ikut berkunjung disebabkan saat ini saya kurang sehat, apal lagi antara saya dan saudara Dahari dan Mulyadi ada ikatan persaudaraan”, ujarnya.

“memang ada anggaran PPKM 8% di APBDes, dan memang dari situlah kami ambil untuk membantu keperluan saudara Mulyadi selama dalam perawatan. Memang kami tidak memberikannya berbentuk uang kes, itu saja mungkin masalahnya yang membuat warganya itu mengeluh dan kesal”, tutup Sami’un.@Sabirin Siahaan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.