Beranda Kriminal Dalam Setahun, Polres Jakarta Barat Tangkap 122 Anak Yang Terlibat Kejahatan

Dalam Setahun, Polres Jakarta Barat Tangkap 122 Anak Yang Terlibat Kejahatan

0

JAKARTA | Setahun terakhir 122 anak diamankan Polres Jakarta Barat karena terlibat kejahatan mulai dari pencurian, tawuran, hingga pembunuhan. Tren kejahatan anak dibawah umur ini merupakan fenomena baru, yakni sebuah kejahatan saling berkaitan antar sebuah kasus.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, banyak anak-anak yang terlibat kasus kejahatan masih tercatat sebagai pelajar. “Anak-anak ini terlibat dalam serangkaian kejahatan. Karena kita perlu bantuan semua pihak untuk menekan permasalahan ini,” kata Kombes Pol Hengki di hadapan ratusan kepala sekolah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (14/3).

Berdasarkan data yang dihimpun kejahatan jalanan (street crime) meningkat di tahun 2017 dan 2018 sebesar 7 persen. Sedangkan, crime clarence cenderung meningkat 55 persen artinya sejumlah persentase tersebut berhasil diselesaikan.

Kombes Pol Hengki mencatat mayoritas pelaku tawuran masih mendominasi anak yang diamankan, k 95 orang. Kemudian disusul kasus pencurian 14 orang, membawa senjata tajam 10 orang, sembilan orang kasus begal, pengeroyokan delapan orang, dan kasus penganiyaan lima orang. “Setelah kami telusuri dan tes urine. Kami mendapati semuanya positif narkoba,” ujar Kombes Pol Hengki.

Dikatakan, konsumsi narkoba dan obat daftar G yang dilakukan pelaku, membuat beberapa orang kehilangan rasa empati. Beberapa pelaku anak kemudian menjadi sadis hingga nekat, bahkan dalam beberapa kasus para pelaku membunuh sejumlah korbannya. “Ini yang menarik. Terakhir kali kami ungkap tiga anak menjadi begal. Semuanya positif ganja dan obat daftar G,” tutur Kombes Pol Hengki.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi mengatakan, akan membantu polisi memberantas narkoba di lingkungan sekolah. “Mungkin salah satunya kami akan melakukan tes urine terhadap mereka,” kata Rustam.

Rustam melanjutkan, pihaknya telah melakukan tes urine di beberapa sekolah dan rencananya pada 2020 mendatang dilakukan secara serempak. Rustam mengaku miris dengan kondisi itu, dan mengimbau serta meminta orang tua dan para sekolah menjaga sejumlah anak anaknya.

Kini melalui jam belajar malam, Rustam menyakini proses menjaga anak dari tindak kriminalitas dapat dilakukan. Dia telah meminta semua pihak mulai dari lingkungan RT, RW, Lurah, dan Camat untuk mengawasi. “Jadi ketika ada anak yang berkeliaran saat jam belajar. Akan langsung kami tindak,” ucap Rustam.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula mantan penyalahgunaan narkoba yang juga pelawak Tessi. Dirinya mengajak apa yang telah menjadi pengalaman bagi dirinya merupakan sebuah cambuk atau teguran karena narkoba tidak pernah memandang siapapun. @ RED

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.