oleh

Diduga 554 Ha Lahan Di Desa Geruguh Jadi Rebutan

ACEH – Bermula dari selembar surat berisikan Peryataan Bersama dari sekelompok warga Desa Geruguh mengatas namakan Masyarakat Desa Geruguh yang salinannya diberikan kepada awak media ini pada 27/12/2020 lalu.

Dalam surat peryataan bersama itu tertulis, Masyarakat Geruguh tidak setuju atas tindakan Kades Bahagia Barat mengambil secara sepihak tanah yang telah diganti rugikan oleh Masyarakat Geruguh kepada Alm. Sumardi Syarif warga Medan Sumatra Utara Tahun 2013. Bahkan Orang Tua Kades Geruguh sendiri turut mengganti rugikan tanahnya pada orang yang sama, yakni kepada Alm. Sumardi Syarif.

Berkenaan dengan surat Peryataan Bersama dari warga Desa Geruguh yang tidak berkenan namanya disebut dalam media ini, Kades Geruguh saat dikonfirmasi pada 28/12/2020 menerangkan bahwa dirinya menerima laporan sejumlah wargany bahwa tanah seluas 554 itu telah dijual senilai 7 juta rupiah per sartifikat, akan tetapi baru 1.500 ribu rupiah dari harga tanah yang dibayar oleh pembeli melalui Sani Pardosi selaku Kades Tahun 2013 Dkk saat itu sampai sekarang. Ujar Kades Geruguh.

Ada 6 kelompok yang menjual lahan tersebut, hanya 2 kelompok yang merupakan warga Desa Geruguh, yakni 1 kelompok berdomisili di Desa Geuguh sampai saat ini dan yang satunya lagi warga kelahiran Desa Geruguh yang tinggal diluar Desa Geruguh. sedangkan 4 kelompok bukan warga Desa Geruguh dan bukan kelahiran Desa Geruguh dan bahkan mereka yang terkumpol dalam 4 kelompok tersebut tidak mengetahui dimana letak Desa Geruguh. Ujar Kades menambahkan penjelasannya.

Selanjutnya Kades Geruguh melanjutkan penjelasannya, dari 554 Ha luas lahan atas dasar Musyawarah bersama Warganya, 200 Ha telah di usulkan untuk membuka kegiatan Replanting melalui koperasi yang diketuai Jumadin warga Desa Muara Batu Batu masih dari Kecamatan yang sama.

Masih berdasarkan musyawarah dengan warga Desanya Bahagia barat menggunakan Dana Desa senilai 180 Juta Rupiah di Tahun 2018 untuk kegiatan penggalian parit pemetakan lahan pertanian. Demikian juga di Tahun 2020, Kedes Geruguh kembali menggunakan Dana Desa senilai 257 Juta Rupiah masih dalam peruntukan kegiatan yang sama yakni untuk pembuatan parit pemetakan lahan. Keberanian Kades menggunakan Dana Desa di Lahan tersebut juga disasari status tanah itu milik warganya dan legalitas Sartifikat lahan yang dimiliki Alm. Sumardi di ragukan keabsahannya dan tidak terdaftar di BPN dan Dinas Pertanahan. Jelas Bahagia Barat Kades Geruguh.

Masih pada waktu dan tempat yang sama, kepada awak media ini Kades Geruguh mengatakan di Tahun 2017 pihak Dinas sudah melalukan pengecekat status kepemilikan lahan dan tidak ada kendala sama sekali. Demikian pula di Tahun 2018 dan 2019 pihak BPN juga sudah melakukan pengecekan kepemilikan lahan namun juga tidak ada sanggahan lahan tersebut bermasalah. Tegas Kades Gruguh.

Terkait pembuatan parit, didalam lembaran Peryataan Bersama atas Nama Masyarakat Geruguh itu mereka menuliskan bahwa panjang parit yang semestinya dibuat 8200 M x 1,5 M x 1,5 M dengan Anggaran 257 Juta Rupiah, namun kenyataannya Kades hanya mengerjakan 1000 Meter. Benar atau tidaknya apa yang di tuliskan warga tersebut, awak media ini belum melakukan cek lokasi saat berita ini naik ke meja redaksi.

Selain itu, melalui pesan WhatsApp warga Desa tersebut 6/7 Januari 2021 kepada awak media ini mengatakan ada pembuatan jembatan 2,5 x 13 n Meter Tahun 2020 senilai 35 Juta Rupiah namun masih dalam pekerjaan sampai januari 2021. Demikian juga pembangunan gedung PAUD yang menelan Anggaran Desa senilai 50 Juta Rupiah Tahun 2020 juga masih dalam pekerjaan meski sudah memasuki tahun 2021.

Kembali kepada persoalan lahan, Ishak Munthe atau biasa disapa Gadis dikonfirnasi pada 29/12/2020 membantah kalau tanah ini milik Masyarakat Geruguh karena lahan selauas 554 Ha itu sudah beli oleh Saudara Alm. Sumardi Syarif, Saudara Roy, dan Saudara Sanasur Bakti dari Masyarakat Geruguh Tahun 2013 dan semua sudah bersartifikat atas nama Masyarakat sebagai penjual. Bagi yang meragukan keabsahan legalitas Sartifikat lahan yang tersebut, silahkan cek di Kantor BPN Kota Subulussalam dan di Kantor Notaris Firmansyah Putra di Kecamatan Simpang Kiri.

Lebih lanjut Ishak Munte alias Gadis juga mengemukakan saksi – saksi jual beli lahan seluas 554 Ha itu masih hidup yakni Mantan Kades Geruguh Sani Pardosi, Orang Tua Bahagia Barat Kades depenitif saat ini. Terlepas sipenjual lahan itu benar kelahiran Desa Geruguh atau tidak, yang jelas di KTP penjual tertulis kelahiran Desa Geruguh.

Saya sendiri selaku pemegang amana untuk menjaga dan merawat lahan Saudara Alm. Sumardi Syarif, Roy, dan Sanasur Bakti tetap akan mempertahankan keutuhan lahan yang diamahkan kepada saya sesuai ukuran lahan 277 Sartifikat. Kendati demikian, silahkan kepada Kades atau kepada siapa saja yang ingin mengganggu lahan tersebut. Saya pasti akan melaporkan kepihak yang berwenang, mengguggat, dan menempuh jalur hukum. Tegas Gadis.

Mendengar keterangan kedua belah pihak Kades Geruguh VS Gadis menyebut Kantor BPN Perwakilan Kota Subulussalan, 5/1/2021 awak media ini menemui Heriansyah kepala BPN tersebut. Heriansyah menerangkan bahwa legalitas sartifikan lahan di Desa Geruguh itu sah secara hukum dan tetdaftar di Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) dan tidak ada istilah seartifikat bodong yang dikeluarkan oleh BPN.

seterusnya Heriansyah juga menerangkan kepada awak media ini bahwa proses penerbitan sartifikat tanah melalui proses perifikasi yang panjang. Kendati demikian, bila terdapa adanya kekeliruan dalam melengkapi persyaratan pengajuan sartifikat oleh si pemilik tanah seperti pemalsuan tanda tangan Kades, saksi, dan lain lain, silahkah laporkan kepada penegak hukum yang memiliki kewenangan sidik penyidikan. Lembaga BPN hanya memiliki hak meneliti dan pengkajian kelengkapan adiministrasi sebelum sartifikat diterbitkan. Ujar Heriansyah.

Berkenaan dengan keterangan Bahagia Barat Kades Geruguh lahan itu sudah di survey oleh BPN dan Dinas Pertanian, Irwan Faisal, SH Camat Rundeng membantah dan mengatakan itu yang survey dari Tim Replanting, bukan BPN maupun Dinas Pertanian saat dikonfirmasi awak media ini 11/1/2021 di Kantor DPM Kota Subulussalam.

Lebih lanjut Camat Rundeng kepada mengatakan bahwa tudak semua lahan itu milik Saudara Alm. Sumardi Syarif dan Masyarakat yang ada namanya tergabung di lahan 160 Ha dan sudah bersartifikan untuk program replanting itu akan diperifikasi kembali.

Menutup keterangannya, Irwan Faisal, SH Camat Rundeng menduga Sartifikat Asli tidak ada dipegang oleh Saudara Ishak Munthe alias Gadis.@Sabirin Siahaan

Komentar

News Feed