banner 728x250
Berita  

Dinas Pertanian Pringsewu telah Vaksinasi 1.000 Ekor Ternak Cegah PMK

banner 468x60

PRINGSEWU – Dinas Pertanian Pringsewu menyatakan sudah laksanakan vaksinasi seribu dosis pada sapi, kerbau, kambing cegah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurut Budi Pramono, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis (30/6/2022) vaksinasi mulai dilakukan sejak Senin lalu.

banner 325x300

“Hari ini tadi 1.000 dosis vaksin kuota untuk Pringsewu sudah tervaksinkan semua,” ujar Budi.

Ia mengaku, prioritas sasaran vaksinasi adalah pada daerah dengan resiko tinggi dan padat ternak.

Salah satu lokasi prioritas adalah Kecamatan Adiluwih karena wilayah ini terletak di pinggir atau perbatasan di Pringsewu dengan Lampung Tengah.

Sehingga dinilai rentan untuk masuknya wabah PMK.

“Kami prioritaskan terlebih dahulu di wilayah berisko tinggi dan fokus Adiluwih karena daerah perbatasan dan berisko pada ternak,” kata Budi.

Ia mengaku, vaksinasi ini adalah tahap I, bisa juga nanti akan berlanjut ke tahap berikutnya.

“Ini vaksinasi tahap I, sambil menunggu arahan dari pusat kita tetap laksanakan upaya cegah tangkal dan kewaspadaan dini penanggulangan PMK,” ujar Budi.

Lantas untuk upaya-upaya mencegah, mulai dari sosialisasi kepada para peternak dan pedagang ternak tentang mewabahnya penyakit PMK.

Lalu melarang pedagang ternak dan mengimbau masyarakat jangan mendatangkan ternak dari luar daerah mendekati Idul Adha 1443.

Sebab penyebaran PMK salah satunya dari perpindahan ternak antar daerah, terlebih jika dari zona merah.

Budi mengaku, stok ternak yang bisa untuk hewan kurban sebanyak 1.700 ekor untuk jenis sapi dan kerbau.

Lalu kambing dan domba sebanyak 5.400 ekor.

Semuanya cukup guna memenuhi kebutuhan hewan kurban di Pringsewu.

Selanjutnya bersama penyuluh pertanian di tiap pekon, pamong pekon, Babinsa, Bhabinkamtibmas Pantau kesehatan hewan ternak.

Lantas meminta masyarakat dan peternak segera melapor jika ternaknya sakit, terlebih mengarah ke PMK.

Gejalanya ternak demam karena mengalami radang, lalu ada luka (kropeng) di mulut, rongga mulut, lidah, gusi, bibir dan pada sela kuku kaki.

Selanjutnya ternak tidak mau makan dan mengeluarkan liur berlebihan serta berbusa, lantas pincang. Gejala-gejala itu didapati pada masa inkubasi mulai dari hari pertama sampai 14 hari.

“Ada call center kami di nomor 0853-7770-0106. Sifatnya laporan dulu nanti ditindaklanjuti oleh petugas untuk diobati,” ujar Budi. (pon)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.