Beranda Kriminal Gede Suardana Sebut Pembunuh Mahasiswa Di Buleleng Pantas Dihukum Mati

Gede Suardana Sebut Pembunuh Mahasiswa Di Buleleng Pantas Dihukum Mati

4992
0
BERBAGI

SINGARAJA, buserkriminal.com – Kasus pembunuhan terhadap Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) mahasiswi di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja yang ditemukan meninggal di kamar kost akibat ulah pacarnya sendiri bernama Kadek Indra Jaya alias Kodok (20), di jalan Wijayakusuma Gang IV Nomor 1 Kelurahan Banyuasri Singaraja. Korban oleh Albert, Meli Triastuti dan rekannya pada Kamis (11/4) sekitar pukul 10.00 WITA .

Pembunuhan itu dilakukan pacarnya sendiri bernama Kadek Indra Jaya (20) alias Kodok yang satu kampung dengan Almarhum Ayu Serli di Kabupaten Tabanan/Bali. Dari hasil autopsi oleh Kepala Forensik RS Sanglah, dr Dudut Rustyadi mengatakan, kematian Ni Made Ayu Serli Mahardika akibat penekanan jalan nafas.

Gede Suardana warga Desa Kubutambahan angkat bicara

“Hasil autopsi terdapat luka memar pada dahi, bibir dan leher akibat kekerasan benda tumpul di tubuh mahasiswi semester IV jurusan Pendidikan Fisika tersebut. “Penyebab kematian karena penekanan jalan nafas sehingga kehabisan oksigen yang diduga akibat dicekik,” ujarnya(12/4) di Denpasar kepada awak media.

Pembunuhan sadis yang di lakukan pemuda pengangguran Kadek Indra Jaya alias Kodok yang merupakan mantan Residivis itu , padahal hubungan antara Ayu dengan sang Kodok tidak pernah disetujui oleh pihak keluarga korban, namun keduanya diam-diam kembali menjalin asmara hingga Ayu Serli berujung maut ditangan pacarnya. Dari pengakuan pelaku “ Dulu putus gara-gara tidak disetujui orang tuanya, lagi diam diam pacaran” jelas Kadek Indra Jaya saat memberikan penjelasan di Mapolres Buleleng.

Kadek Indra Jaya alias Kodok kini diancam tindak pidana pembunuhan yang diatur dalam Pasal 351 KUHP ayat 3 dan Pasal 338 KUHP : (Tongat, 2003:5) ” Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang dihukum karena bersalah melakukan pembunuhan dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun”.

Dengan hukuman berlapis yang didapat pelaku Kadek Indra Jaya membuat Aktifis perhati hukum Gede Suardana warga Desa Kubutambahan angkat bicara , saat dikonfirmasi terkait pembunuhan yang dilakukan Kodok. Suardana sangat mengecam keras, bahkan pihaknya mendesak jajaran Polres Buleleng untuk memperberat hukuman agar setimpal dengan perbuatan pelaku,

“Saya sebagai aktifis percaya dengan proses hukum di Buleleng, tapi melihat dari perbuatan pelaku itu sangat terbilang sadis mestinya pelaku diberikan hukuman mati. Informasi keluarga korban sebelumnya pelaku ini pernah mengancam korban akan membunuh, nah sekarang terjadi apa itu tidak berencana. Hasil autopsi juga korban dibunuh secara sadis,dan lagi korban dibiarkan begitu saja setelah membunuh. Manusia seperti ini adalah manusia sadis yang pantas mendapatkan hukuman mati”ujar Suardana(14/4) di Buleleng.

Menurut Gede Suardana manusia Psikopat secara harfiah mengalami sakit jiwa. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Suardana juga menambahkan atas dasar itu kalau tidak diberikan hukuman yang setimpal oleh penegak hukum maka pelaku akan berulah lagi

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 % dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan@Sumerta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.