Harga Cabai Tinggi Akibat belum Masa Panen

  • Bagikan

PRINGSEWU – Dinas Koperindag Pringsewu menyatakan penyebab harga cabai tinggi saat ini akibat terbentur dengan masa tanam.

Hal itu diungkapkan Reka, Kabid Perdagangan yang telah melakukan monitoring harga bahan pokok di pasaran. Senin (216/2022)

“Untuk stok barang memang ada, namun ada beberapa harganya tinggi, khususnya kelompok cabai. Tapi menurut kami itu tidak drastis,” ujar Reka.

Ia mengaku, sudah berdialog dengan para pedagang, dan didapat informasi jika kenaikan harga cabai saat ini diakibatkan stok barang yang tidak terlalu banyak.

“Hal ini lebih karena masa tanam saja, sekarang musim panen cabai sudah lewat, maka stok barang lebih sedikit dibanding saat masa panen,” terang Reka.

Menurutnya hal itu wajar, sebab saat masa tanam otomatis jumlah produksi pun tidak banyak. Lantas dengan stok terbatas dan pembelian normal, maka harga pun naik.

“Itu saja persoalannya, karena belum banyak yang panen. Kalau terkait adanya penyakit, hama dan lainnya, kami sudah tanya ke Dinas Pertanian hasilnya tidak ada faktor yang hambat produksi,” terang Reka.

Ia mengaku, meski harga cabai tinggi, namun itu masih masuk kategori terjangkau. Dan di pasaran pun barang tetap ada, tidak sampai langka.

Sedangkan hasil monitoring harga dari Diskoperindag Pringsewu, didapat data untuk harga cabai merah besar Rp 78.000 per kg, cabai merah keriting Rp 78.000 per kg, cabai rawit Rp 80.000 per kg, cabai rawit hijau Rp 78.000 per kg. Dan semuanya itu hasil kenaikan.

 

Selanjutnya menurut salah satu petani di Pekon Buloksari, Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu, untuk saat ini harga cabai di tingkat petani rata-rata Rp 50.000-Rp 60.000 per kg.

“Kemarin habis panen sedikit sekitar seperempat kilo dibeli Rp 10.000, berarti kalau satu kilo Rp 40.000 per kg,” ujar Surip yang panen cabai japlak.

Di tingkat petani sendiri, beberapa jenis cabai saat ini yang tertinggi memang cabai merah dan rawit, yakni Rp 50.000-Rp 60.000 per kg. Lalu jenis cabai japlak antara Rp 40.000-Rp 50.000 per kg, barulah cabai hijau di kisaran Rp 30.000-35.000 per kg.

“Sekarang memang harganya lumayan untuk cabai, tapi juga karena belum panen,” terang Surip.

 

Selanjutnya menurut pemilik warung makan, kenaikan harga cabai dan sayuran lainnya memang cukup membebani. Namun tidak apa-apa, sebab biasanya itu berlangsung sesaat saja.

“Kalau mahal ya memang, tapi tidak apa-apa, nanti juga turun lagi. Jangan sampai dengan harga yang mahal ini terus kita tutup, itu malah merugikan diri sendiri,” ujar Jiman.

Ia mengaku, dengan kenaikan harga bahan pokok, warungnya pun tidak menaikkan harga makanan. Hal itu demi menjaga konsumen.

“Kalau saya menaikan nanti kasihan yang beli, apa-apa sudah mahal. Terus kalau naik juga saya bilang, harga barangnya dari awal sudah mahal, jadi naik harga sayurnya, biar pembeli tahu juga,” terang Jiman. (pon)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.