oleh

Ini Pesan Gunernur Jabar Usai Rakor Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonami Daerah 

BANDUNG – Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri M.Si. bersama Gubernur Jabar DR. (H.C) H. Mochamad Ridwan Kamil S.T., M.Ud., Pangdam III/Siliwangi Mayjen. TNI. Nugroho Budi Wiryanto S.I.P., M.M. dan Kajati Jabar serta Forkopimda Provinsi Jabar melaksanakan Rapat Komite Penanganan Covi-19 dan pemulihan ekonomi Nasional, bertempat di Mapolda Jabar, Senin (11/I/2021).

Kegiatan ini, dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi terkait percepatan penanganan Pandemi Covid-19 di Jawa Barat dan kesiapan personel gabunganTNI, Polri, Pol PP dan Instansi terkait di lapangan pada saat dilaksanakannya kegiatan PPKM serta kesiapan pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan, perkembangan di wilayah Jawa Barat pada mingggu ini, yaitu Zona Resiko di Jabar ada 6 (Enam) daerah Zona Merah.

“Dan, dengan berat hati disampaikan, bahwa Karawang termasuk Zona Merah, dimana sudah lima minggu berturut-turut, dan sudah menurunkan Tim kesana. Sekarang, Zona Merah ada di Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kota Depok,” terang Ridwan Kamil.

Menurut Ridwan Kamil, kapasitas Rumah Sakit sudah mulai membaik, tidak meningkat minggu ini. Salah satunya, karena adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya TNI/Polri yang sudah sangat siap.

“Dimana, minggu ini sudah akan dipergunakan gedung Secapa AD di Hegarmanah, untuk dijadikan fasilitas perawatan bagi mereka yang Positif Covid-19 tapi bergejala ringan. Sehingga dapat mengurangi beban Rumah Sakit yang memang harus terus dikurangi secara proporsional,” beber Gubernur Jabar.

Lebih lanjut Ridwan Kamil menerangkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 20 daerah di Jawa Barat sudah dimulai sejak hari ini.

“Kami sudah memberi arahan, agar dibangun Posko-Posko baik yang terlihat maupun yang sifatnya internal, untuk menjadi tempat koordinasi selama 14 hari. Saya memberikan pesan, agar semua taat selama 14 hari, supaya setelah 14 hari kita dapat kembali lebih longgar. Tapi, kalau 14 hari tidak disiplin, bukan tidak mungkin PPKM ditambah,” terangnya.

Ridwan pun menambahkan, salah satu contohnya kasus di Cikarang Bekasi, dimana ada Water Boom yang tidak mentaati protokol kesehatan, menggunakan logika sendiri, memberikan discon. Sehingga kapasitanya berjubel, itu sudah di hukum dan ditutup.

“Mudah mudahan ketegasan dari Forkopimda dan juga Komite Penanganan Covid-19 menjadi pelajaran kepada pemilik usaha, agar mentaati peraturan. Kita tidak nyaman dengan keputusan membatasi, karena pasti mengurangi rezeki. Tetapi, dengan situasi darurat kesehatan harus dipermaklumkan, karena semua pihak juga melakukan.” sambung Gubernur Jabar.

Ridwan berharap, semua daerah – daerah wisata di Jabar harus comit untuk membatasi jumlah kapasitas dan menjelang akhir pekan,

“Saya menitipkan kepada Kapolda Jabar, agar dilakukan Inspeksi pemeriksaan pergerakan lintas Provinsi, khususnya yang menuju daerah wisata, untuk memastikan merekan membawa surat Negatif CoviD-19 Anti Gen,” harap Ridwan Kamil.

Untuk Vaksin, Ridwan Kamil menyatakan, ada Dua keputusan penting sedang ditunggu masyarakat. Yang pertama, mengenai Halal tidaknya Vaksin. Sudah keluar dari MUI, Kamil kepada media berharap, dapat memasifkan pemberitaan, karena Hoax – Hoax kekhawatiran masih berlangsung, media dapat menetralisir kekhawatiran dari satu aspek tadi.

“Minggu ini, akan dimulai pemvaksinan pertama kepada Tenaga Kesehatan dan Kepala Daerah. Jadi nanti di level Provinsi, Gubernur akan mendampingi Wakil Gubernur, kemudian Kapolda Jabar akan dilevel Provinsi bersama Forkopimda. Selanjutnya para Bupati juga Walikota bersama Forkopimda. Ini semata – mata untuk menyertai keyakinan, bahwa kita bersama sama untuk melaksanakan kegiatan yang sangat penting sebagai solusi satu- satunya sementara saat ini, terkait penurunan Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Kamil, sebanyak 11.000 relawan vaksinator penyuntik vaksin sudah dilatih, pihaknya akan mengempatkali lipatkan, karena target dari Presiden kurang dari setahun vaksinasi ini harus sudah selesai. Supaya ekonomi bisa membaik, diprediksi akan 4% tumbuh positif dan tahun depan 6%. Itu kalau Vaksinasinya beres dalam 12 bulan.

“Kita menargetkan kalau barangnya ada, 6 bulan selesai, itu dengan mendua kali lipatkan jumlah Puskesmas atau titik penyuntikan dan mengempatkali lipatkan tenaga vaksinator yang sudah terlatih,” imbuh Ridwan Kamil.

Gubernur Jabar menginformasikan, berdasarkan hasil survey, warga yang paham vaksinasi baru 75%, jadi ada 25% di daerah – daerah terpencil yang tidak tahu apa itu vaksinasi Covid -19.

“Untuk itu, sebagai kekuatan kebersamaan, media diharapkan, tidak hanya memberitakan Breaking News tapi mengedukasi News. Jadi, kepada media harap mensosialisasikan pentingnya vaksinasi ini,” pungkas Gubernur Jabar.

@DMaulana

Komentar

News Feed