Beranda Khatulistiwa Kades Canti Menolak Jika Dilaksanakan Pertambangan di Daerah GAK Tejang Pulau Sebesi

Kades Canti Menolak Jika Dilaksanakan Pertambangan di Daerah GAK Tejang Pulau Sebesi

0

LAMPUNG SELATAN, buserkriminal.com – Penolakan warga Pulau Sebesi yang sempat diluapkan dalam aksi unjuk rasa, oleh Teddy selaku Derektur PT Lautan Indonesia Persada (LIP) yang dilansir dari salah satu media Online, Senin (9/9) mengatakan, pihaknya tetap ngotot ingin melakukannya, dengan alasan sudah mengantongi izin penambangan dan izin lainnya.

Tetapi kami akan menawarkan kompensasi atas penambangan pasir tersebut. Salah satunya, memperbaiki Dermaga Canti yang jadi akses warga Pulau Sebesi dari dan menuju daratan.

“Minggu depan mulai penyerahan bahan material untuk perbaiki Dermaga Canti yang rusak dan tidak layak dipakai. Perbaikan ini sampai selesai agar bisa dipakai masyarakat di Pulau Sebesi, Sebuku, dan sekitar pesisir,” kata Teddy.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan dokter untuk masyarakat Pulau Sebesi dan Sebuku. “Bakal ada kapal perahu ambulance untuk pasien UGD yang perlu segera berobat dan melahirkan di rumah sakit bersalin di Kalianda,” kata Teddy.

Menanggapi tawaran kompensasi yang akan memperbaiki Dermaga Canti, Kepala Desa (Kades) Canti Jahidin mengatakan bahwa sampai dengan hari ini Rabu (11/9) belum ada satupun orang atau lembaga serta PT apapun itu namanya, menghubungi dan ketemu saya membicarakan masyalah ini. “Seandainya besok atau lusa ada yang datang menawarkan konpensasi tersebut, saya akan tolak tegas. Saya bersama masyarakat Desa Canti tidak setuju bila diwilayah GAK dilakukan penambangan pasir, sebab bisa berdampak tsunami yang mana kamipun akan terkena imbasnya,” tegasnya.

Ketua APDESI Kecamatan Rajabasa Khoiruddin melalui via telepon saat dikonfirmasi terkait rencana pertambangan di kawasan GAK menyatakan menolak keras bila itu dilakukan.  “Kami di APDESI kecamatan memang belum pernah mengadakan rapat membahas rencana penambangan disekitar GAK, tetapi saya pastikan banyak para kepala Desa menolak rencana tersebut,” katanya.

Sementara Camat Rajabasa Sabtudin saat dikonfirmasi lewat via telepon juga membenarkan bahwa pimpinan PT LIP Stepen Gunter yang pernah datang ke Kecamatan Rajabasa dan menyampaikan rencana akan melakukan penambangan pasir. Mereka mengatakan surat izinnya lengkap sambil menunjukkannya kepada kami. Pemilik PT LIP datang dalam rangka melaporkan atau pembritahuan saja, sebab masalah kelengkapan izin itu ada di Provinsi Lampung yang mempunyai kewenangan,” katanya. o NUR ISMAIL

alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.