oleh

Kantor CV Kandang Sapi Global di Demo Warga, Ini Tuntutannya!

PANDEGLANG, buserkriminal.com – Unjuk rasa (UNRAS) sebagai gerakan protes yang dilakukan beberapa unsur masyarakat yang tergabung dengan Aktivis Front Pendamping Rakyat (FPR) di depan Kantor Perusahaan Kegiatan Ternak Sapi CV. Kandang Sapi Global dikampung Cijango Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten menunt Perusahaan Kegiatan Ternak Sapi bertanggungjawab terhadap dampak lingkungan yang sudah terjadi.

“Dalam orasinya beberapa unsur masyarakat yang tergabung dengan para Aktivis Front Pendamping Rakyat (FPR) menuntut agar perusahaan melakukan perehaban fisik jalan dan drainase, serta bertanggungjawab atas dampak lingkungan yang sudah terjadi diantaranya yaitu, rusaknya jalan poros desa, kebisingan kendaraan, dan pencemaran lingkungan yakni bau busuk dilingkungan warga sekitar,” terang Ujang Tursina, sebagai Kordinator Aksi, Senin (29/06/2020).

Ujang mengungkapkan, keprihatinan mengingat tidak sedikit keluhan dan pengaduan dengan adanya kegiatan perusahaan ternak sapi yang berlokasi di wilayah perbatasan antara desa Mekarsari dengan desa Cimanis tepatnya ditengah – tengah warga penduduk kampung Cijango.

“Mengingat tidak sedikit keluhan dari masyarakat, maka dalam hal ini kami menyampaikan bahwa perusahaan harus bertanggungjawab dengan jalan poros desa yang rusak akibat kendaraan tronton angkutan sapi yang sudah bertahun – tahun dilakukan,” kata Kordinator Aksi

Kordinator Aksi itu juga menilai, dengan adanya kegiatan perusahaan yang menimbulkan dampak diantaranya jalan rusak, bau kotoran ternak sapi dan yang lainnya, maka seharusnya pertanggungjawaban atas Sistem corporate social responsibility (CSR) diberikan kepada masyarakat tetapi faktanya sudah lebih dari 5 tahun tidak dilakukan (dilanggarnya).

“Sistem corporate social responsibility (CSR) yang sudah lebih dari 5 tahun dilanggar perusahaan ternak sapi yang seharusnya perusahaan bertanggungjawab atas dampak lingkungan,” ucap Ujang Tursina.

Lebih jelas Ujang Tursina mengatakan, pihak kepolisian harus melakukan pemeriksaan berkaitan dengan ijin domisili, ijin peruntukan, ijin operasional, ijin ketenagakerjaan, dan ijin lainnya yang diduga tidak sesuai aturan serta undang – undang yang berlaku di NKRI

“Kepolisian harus melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan kegiatan ternak sapi karena ijin domisili, ijin peruntukan, ijin operasional, ijin ketenagakerjaan, tidak sesuai dengan aturan serta undang – undang dan hukum yang berlaku di NKRI,” papar Kordinator Aksi, Ujang Tursina.

Masih dikatakan Ujang, bahwa lokasi ternak di Kampung Cijango kegiatan perusahaan ternak sapi dilakukan dengan cara membawa beberapa sapi dari luar daerah dengan memakai kendaraan mobil tronton yang jumlah roda serta bebannya melebihi kapasitas peruntukan jalan poros desa.

“Kegiatan perusahaan ternak sapi dilakukan dengan cara membawa beberapa sapi dari luar daerah dengan memakai kendaraan mobil tronton yang bebannya melebihi kapasitas peruntukan jalan poros desa,” jelas Ujang Tursina.

Ia menambahkan, pihak perusahaan kegiatan ternak sapi tidak membayar upah buruh sesuai dengan upah minimum kabupaten pandeglang (UMK Pandeglang).

“Bahwa kegiatan perusahaan ternak sapi yang mempunyai beberapa pekerja sebagai buruh tidak menyesuaikan pembayaran upah pekerja sesuai dengan UMK Pandeglang (Upah Minimum Kabupaten Pandeglang),” tutur Ujang Tursina.

Ketua Pront Pendamping Rakyat PFR berharap perusahaan kegiatan ternak sapi memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi sehingga kedepannya pencemaran lingkungan dapat teratasi dan untuk kepentingan lingkungan, kepentingan kepemudaan, kepentingan perbaikan jalan khususnya yang selalu digunakan untuk kegiatan ternak sapi tersebut bisa diperbaiki.

“Keluar masuknya kendaraan besar maupun kecil dari pagi sampai dengan malam dengan tidak memperhatikan dampak lingkungan yang mengakibatkan jalan rusak, kebisingan kendaraan, pencemaran lingkungan, dan bau busuk sangat meresahkan warga sekitar,” pungkas Ujang Tursina Ketua PFR sekaligus sebagai Kordinator Aksi.

Sementara itu, Maman perwakilan dari pihak perusahaan ketika dikonfirmasi buserkriminal.com menerangkan, perusahaan membayar upah karyawan menyesuaikan UMK Pandeglang tahun 2017.

“Upah minimum yang diberikan kepada karyawan masih menyesuaikan UMK Pandeglang di tahun 2017,” ungkap Maman dari perwakilan perusahaan.

Maman menerangkan, upah karyawan sekitar 2 juta, Sehingga UMK tersebut merupakan gaji atau standar upah minimum kabupaten Pandeglang tahun 2017.

“Sekitar 2 juta upah karyawan menyesuaikan UMK tahun 2017, dan itu belum termasuk uang bonus,” jelas Maman.

Ia menyampaikan, hal yang perlu digaris bawahi adalah perusahaan sudah mengeluarkan keuangan sosial yang kaitannya dengan perbaikan jalan bahkan baru-baru ini jalan poros desa yang sering dilewati oleh kendaraan perusahaan diperbaiki.

“Jika yang dikatakan para pendemo perusahaan tidak pernah mengeluarkan keuangan sosial untuk perbaikan jalan dan juga lainnya, “itu tidak benar adanya” yang jelas jalan yang sering dilewati selalu diperbaiki dan kepada warga sekitar perusahaan sudah memperhatikan,” tegas Maman kepada wartawan saat diwawancarai dikantor CV. Kandang Sapi Global dikampung Cijango Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang.

Dia menyampaikan dari hasil musyawarah disela unjuk rasa yang dilakukan, belum ada kesepakatan antara pendemo dengan pihak perusahaan karena tuntutan yang diajukan tidak bisa dipenuhi.

“Dari proposal yang diajukan lima hari sebelum unjuk rasa anggaran biaya untuk perehaban fisik jalan dan drainase senilai Rp 25.000.000,- tidak bisa dipenuhi tetapi perusahaan siap memberikan 50% dari anggaran yang diajukan, dan dalam musyawarah antara perwakilan masa aksi dengan pihak pe?usahaan sama-sama tidak sepakat,” tutup Maman sebagai kuasa dari pihak perusahaan.

Ditempat yang sama Andri Priharto sebagai karyawan bagian Penjualan dan pembelanjaan kepada wartawan mengatakan upah karyawan menyesuaikan UMK tahun 2017, sebesar Rp 2 juta untuk perbulannya.

“Upah minimum saat ini di perusahaan menyesuaikan pengupahan kabupaten Pandeglang di tahun 2017, sekitar 2 juta untuk perbulannya dan itu belum termasuk uang bonus,” kata Andri Priharto. @Kasman

Komentar

News Feed