oleh

Kapolresta Palangka Raya Hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PSBB

PALANGKA RAYA – Dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kota Palangka Raya, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri SIK SH MHum menghadiri Rapat Koordinasi di Aula Plampang Tarung, Jl. Tjilik Riwut Km 5, Jumat (22/5/2020).

Dalam rapat tersebut dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Waka Polresta Palangka Raya, Kabagops Polresta Palangka Raya, Danramil Kota 1016/PLK, Kasi Ops Danramil, Ketua BPBD Kota Palangka Raya Emmi, Kasat Pol PP Kota Palangka Raya, SKPD, Camat dan Lurah serta Para Ulama.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emmi dalam sambutannya mengatakan, beberapa hal yang kami dapat laporkan dalam pelaksanaan PSBB di Palangka Raya ada beberapa cek point yang sudah dibuat ada penambahan 7 cek point.

“Kita masih ada cek point di kelurahan, yang mana mengawasi pergerakan masyarakat seperti pemakaian masker dan pembatasan keluar jam malam hari berjalan dengan baik. Sedangkan untuk masker diatas 90 persen sudah memakai seluruhnya,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk tim sosialisasi tetap berjalan dengan membagikan selebaran dan masker serta menghimbau setiap rumah ibadah. Sementara untuk patroli tetap berjalan yang mana kegiatannya membubarkan orang yang berkumpul dan menutup toko diatas jam 8 malam.

“Yang sangat diperketat saat ini yaitu pos Perbatasan Sabangau dan Pahandut Sebarang alhasil sudah sangat baik. OTG yang dikarantina di Asrama Haji, Jl. G Obos sebanyak 29 orang dan 5 orang dirawat RSUD karena positif. Sementara untuk 18 orang sudah kembali isolasi di rumah masing-masing dan sisanya masih dikarantina,” tambahnya.

Menurut Emmi, untuk pemberian paket ekonomi sudah dibagikan setiap kelurahan sebanyak 14. 000 paket sembako. Dimana perkembangan terakhir di pasar besar terdapat beberapa orang telah positif terpapar Covid-19.

“Tadi malam kita sudah laksanakan rapat dari berbagai unsur dan pengurus pasar kota yang nantinya berdasarkan saran dari berbagai unsur akan pengetatan pembatasan melalui rekayasa lalu lintas dan pergeseran lahan parkir sehingga kita bisa memutus mata rantai Covid-19 di Kota Palangka Raya,” tegasnya.

“Pemberlakuan PSBB akan berakhir tanggal 24 Mei 2020 dan bertepatan di Hari Raya Idul Fitri apakah PSBB akan tetap berlanjut atau disudahi saja, kita menunggu keputusan ibu Wakil Wali Kota Palangka Raya,” tambahnya lagi.

Selain itu, dalam rapat tersebut Wakil Walikota Palangka Raya dalam arahannya mengatakan, sampailah kita saat ini dalam program PSBB yang diawali pada 11 Mei hingga 24 Mei bertepatan dengan Hari Rayal Idul Fitri.

“Kami sudah meminta petunjuk kepada Bapak Walikota dengan berbagai pertimbangan mengingat langkah kedepan Covid-19 ini petunjuk Bapak Walikota tentang pelaksanaan PSBB cukup 1 tahapan saja,” katanya.

Ditambahkannya, perjuangan kita difokuskan menyambung pembatasan sosial kelurahan humanis (PSKH) yaitu dengan sosialisasi secara langsung masyarakat guna mencegah Covid-19.

“Kita fokus dititik keramaian seperti pasar dan perbatasan wilayah karena padatnya masyarakat di daerah tersebut dan sangat rentan apabila masih banyak masyarakat yang berkumpul,” tambahnya.

Sedangkan untuk bantuan ekonomi tetap bergulir karena masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan.

“Kita perlu dipikirkan adanya pemenuhan sarana dan prasarana seperti alat rapid test yang masih kita perjuangkan supaya menekan situasi ini. Kami telah mengikuti videoconfrence bersama Gubernur Kalteng pada saat hari terakhir PSBB. Sesuai petunjuk Bapak Gubernur Kalteng bahwa Shalat Id seluruh Provinsi Kalteng tetap diputuskan di rumah masing-masing karena mengingat kondisinya cegah Covid-19 sampai kondisinya kondusif akan diumumkan seiring berjalannya waktu,” tambahnya.

Lebih jauh Wakil Walikota menambahkan, begitu PSBB berakhir tanggal 24 Mei dan pada tanggal 25 Mei pukul 00.00 WIB akan diberlakukan PSKH. Dengan meningkatnya jumlah pasien positif di Provinsi Kalsel supaya diperbatasan lebih diperketat kembali di darat maupun di air yang mana ada beberapa orang yang mencoba mudik melalui jalur air.

Melihat perkembangannya, ternyata untuk wilayah Kota Palangkaraya ini sebetulnya Garda terdepan adalah kesadaran dari masyarakat.

“Sekali lagi tidak ada kata lain selain terus kita melakukan sosialisasi pemahaman dan sama-sama mengerti bagaimana kita mencegah konflik dan lebih fokus dengan penjagaan pengetatan,” ujarnya.

Menurutnya, penyampaian bahwa mungkin kita perlu pikirkan yaitu adanya alat-alat rapid tes dan sebagainya yang sedang diperjuangkan. Sebab di pemerintah provinsi tidak ada dan sedang diperjuangkan pemerintah pusat memberikan bantuan ke daerah-daerah se-Indonesia, tetapi apapun itu tetap kita perjuangkan untuk bisa lebih mempercepat menekan situasi ini.

Sementara itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri SIK SH MHum dalam penjelasannya mengatakan, selama Anev Pelaksanaan PSBB sejak tanggal 11 mei s/d 22 Mei 2020 yakni sebanyak 678 mendapat teguran tidak pakai masker, 580 kendaraan R2 serta 1039 kendaraan R4 mendapat teguran karena tidak mematuhi penumpang kapasitas.

Selain itu, 250 warung/toko mendapat teguran terkait jam operasional dan total teguran adalah 2602. Sedangkan kegiatan sudah dilaksanakan yaitu membagikan 12.100 buah masker di 10 titik dari polda kalteng dan polresta, APD = 30 Pc, Paket sembako ke warga yang terdampak covid = 844 paket dan Parcel 600 paket.

“Analisa kami, kegiatan PSBB yang kita laksanakan untuk kesadaran memakai masker sudah sangat baik hampir seluruhnya sudah memakai masker dan pelaksanaan PSBB sudah menganggap berhasil walaupun ada beberapa hal yang dikoreksi bersama. Tadi pagi saya melakukan patroli bersama perwira polres sudah banyak orang bergerombol ditempat penjual pakaian terutama di daerah Temanggung Tilung,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk kedepan harus lebih difokuskan jangan hanya 1 saja yang dituju dan harus melihat situasi yang mana orang bergerombol pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehubungan dengan adanya masyarakat yang terkena Virus Covid-19 di pasar besar sehingga menjadi TO dalam menekan penyebaran Covid-19 yang nantinya akan disediakan penempatan 10 pos pasar besar.

“Semoga kedepan penekanan kita fokus ditempat keramaian yaitu pasar besar karena di daerah tersebut butuh perhatian khusus untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk pelaksanaan PSBB secara normatif sudah berjalan baik, tetapi untuk tempat keramaian masih banyak kekurangan di daerah tersebut,” ujarnya.

Danramil 1016 PLK juga mengatakan, untuk pemakaian masker sudah banyak yang sadar tetapi masih terdapat pedagang kecil yang masih berjualan diatas jam 8 malam. Dimana menjelang saat Hari Raya Idul Fitri agar kegiatan sosialisasi ditingkatkan terutama di daerah Sabangau dimana di masjid di daerah Kalampangan akan melaksanakan Shalat Idul Fitri.

“Kegiatan saat ini kita fokuskan didaerah pasar besar dan menjadi sasaran utama dikarenakan banyak orang yang masih bergerombol. Untuk daerah Menteng tetap menjadi atensi bersama masih tetap difokuskan karena PDP dan ODP dominan di daerah kelurahan Menteng,” ujarnya.

Dandim juga menghimbau gar tempat-tempat keramaian yang lain agar juga diantisipasi yaitu Pasar Kahayan dan Pasar Bukit Tunggaltidak menutup kemungkinan penyebaran terdapat didaerah kedua tersebut.

Hasil kesimpulan rapat evaluasi pelaksanaan PSBB yakni dengan melihat situasi yang ada pelaksanaan PSBB hanya 1 tahap berakhir pada tanggal 24 Mei 2020.

Selain itu, program pencegahan tetap berjalan dengan melaksanakan PSKH.
Semetara aktifitas PSKH lebih memfokuskan pencegahan yang lebih diketatkan pada perbatasan-perbatasan wilayah serta tempat aktifitas keramaian masyarakat seperti pasar dan pertokoan dan lebih meningkatkan kegiatan patroli.

Kegiatan pecegahan tetap berjalan dengan mengedepankan sosialisasi dan penyebaran pamflet kepada masyarakat. Sedangkan bantuan tetap bergulir mengingat situasi saat ini masyarakat masih sangat memerlukan. Juga akan dilakukan pemenuhan sarana dan prasarana seperti alat rapid tes dan swaab untuk menekan penyebaran Covid- 19.

Pelaksanaan sholat ied dan sholat jumat di Kota Palangka Raya dilakukan di rumah masing-masing sehingga tidak ada dilakukan di masjid-masjid maupun di lapangan terbuka guna pencegahan penyebaran Covid-19. Sementara egiatan PSKH berlaku sejak tanggal 25 Mei 2020 mulai Pukul 00.00 Wib. @Redaksi

Komentar

News Feed