oleh

Kemaren H Sukman Dan Hari ini Tersangka Doli Harven yang Digiring ke Hotel prodio

PAGARALAM, buserkriminal.com – Satu orang lagi jadi tersangka dan ditahan pihak kajari kota pagaralam, hasil pengembangan penyidika kasus korupsi.

Kejari Pagaralam, Kembali Tahan Satu Tersangka Tindak Pidana Korupsi Proyek pembangunan pagar makam di pagaralam,
Setelah berhasil menetapkan tersangka dan menahan mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pagaralam, H Sukman, kemarin Senin (29/6).

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam, kembali menyeret satu orang tersangka dengan dugaan yang sama yaitu tindak pidana korupsi pembangunan pagar makam pada Dinsos tahun anggaran 2017. Selasa (30/6)

Tersangka yaitu Doli Harven ASN aktif dilingkungan Pemkot Pagaralam, yang pada saat itu merupakan Staf Bidang Jaminan Sosial di Dinsos sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), pembangunan pagar makam pada Dinsos tahun anggaran 2017 dengan 43 paket proyek sebesar Rp6,977 miliar, dengan disangkakan nilai kerugian negara sebesar Rp697 juta.

Kepala Kejari Pagaralam, Muhammad Zuhri, mengungkapkan, penangkapan ini tindak lanjut dari penyidikan tersangka sebelumnya yaitu H Sukman.

“Karena tersangka kedua tersebut mangkir dari pemanggilan kemarin, hari kita lanjutkan pemeriksaan, dan langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan menahan, dengan dugaan yang sama dengan tersangka sebelumnya,”jelas Kejari

Saat ditanya awak media soal adanya tersangka lainya dalam kasus ini, Kejari menjelaskan, jika pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangaKn lebih lanjut.

“Untuk kelanjutlan kasus ini kita masih menunggu penyidikan dari kasi pidsus.” Terangnya.

Untuk diketahui sebelumnya pihak Kejari mengungkapkan, jika kedua tersangka tersebut dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi tersebut l, tersangka H Sukman bersama-sama Doli Harven, ada tiga cara, yakni yang pertama dalam perencanaan pembangunan tidak menyusun HBS, terdapat harga ongkos pekerjaan terlalu tinggi, dan adanya pemberian komitmen fee dari kontraktor kepada tersangka.” Terangnya

Kemudian, pelaksanaan surat perintah kerja ternyata menurut Kajari, dilaksanakan oleh pihak lain, di luar dari pihak pelaksana yang ada di dalam kontrak atas penunjukkan sepihak dari tersangka.
@Herlan,SH

Komentar

News Feed